home global news

Apakah AI Bisa Pengaruhi Kualitas Manusia Sebagai Pemimpin?

Kamis, 05 Oktober 2023 - 20:00 WIB
ilustrasi
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, menilai kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan internet (Internet of things) berpengaruh pada manusia sebagai pemimpin.

Dia menjelaskan, masa depan akan ditandai perkembangan kecerdasan buatan yang luar biasa dan internet segala rupa. Tidak sulit mempercayai hal tersebut, karena hari ini masyarakat sudah menjadi saksi perkembangannya.

“Korbannya pun sudah berjatuhan, termasuk tergerusnya beberapa lapangan pekerjaan,” kata Fathul saat menyampaikan pidato wisuda UII, dikutip Kamis (5/10/2023). Menurut Fathul, perkembangan itu bisa mengancam keberadaan manusia sebagai pemimpin. Tetapi, bisa pula tidak mengancam keberadaan manusia sebagai pemimpin.

“Atau, pertanyaan yang lebih tepat dan optimistik adalah: kualitas diri seperti apa yang harus dikembangkan untuk menjadi pemimpin masa depan? Banyak teori atau konsep yang dikembangkan dan beredar,” ucap Fathul.

Maka itu, seorang pemimpin memiliki setidaknya dua hal untuk mengimbangi perkembangan tersebut, yakni kreativitas (creativity) dan kasih sayang (compassion). Kreativitas berarti tentang cara melihat sesuatu dari perspektif baru.

Baca juga:Masjid Rani Sipri di India, Tempat Ibadah Muslim yang Dibangun Ratu Hindu

Manusia dituntut mempunyai kapasitas menghubungkan titik-titik yang bahkan dalam pandangan pertama tidak relevan. Titik-titik tersebut dapat berupa pengetahuan, pengalaman, teknologi, konsep, komponen, atau aktor masa lampau yang sudah kita ketahui atau pelajari.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
artificial intelligence pemimpin
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya