Hati-hati, Jangan Sampai Harta Bawa Petaka
Muhajirin
Jum'at, 06 Oktober 2023 - 06:00 WIB
ilustrasi
Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, mengungkapkan, ada empat kondisi harta yang bisa mendatangkan petaka bagi pemiliknya. Hal tersebut harus diperhatikan agar seorang muslim selamat dari petaka harta.
Pertama, harta akan menjadi petaka bila didapatkan dengan cara yang buruk. Kedua, proses mendapatkan harta itu melalui proses yang buruk. Ketiga, kewajiban atas harta tidak ditunaikan seperti zakat. Keempat, harta melalaikan dari dzikrullah atau mengingat Allah SWT.
“Jika ada mindset dan pengelolaan yang belum tepat, maka hal-hal tersebut perlu diperbaiki. Di dalam Islam, harta ditempatkan sebagai karunia yang memiliki dua mata pisau karena bisa menjadi kebaikan ataupun menjadi petaka,” kata Ustadz Fauzi dalam kajian daring Formula Hati, Kamis (5/10/2023).
Pertama, harta dan fitnahnya yang terkait. Ada persepsi yang muncul tentang harta ketika situasinya lebih identik dengan fitnah ketimbang kebaikan. Hal ini terjadi ketika secara faktual yang selamat dari fitnah harta itu tidak banyak.
Baca juga:Konsep Harta dalam Islam, Fasilitas untuk Beramal Saleh
“Nabi menyatakan bahwa dunia itu manis dan hijau dan Allah kuasakan manusia atas dunia. Maka dari itu, kita perlu menata hati agar tidak terjebak ke dalam fitnah harta,” ujar Ustadz Fauzi.
Dari konteks ini, seseorang tidak boleh menggampangkan situasi dalam memasuki pengelolaan harta. Alih-alih sanggup untuk mengelola harta, bisa jadi seseorang malah terjebak ke dalam fitnahnya. Dua pilihan pengelolaan harta yakni berlimpah atau sederhana.
Pertama, harta akan menjadi petaka bila didapatkan dengan cara yang buruk. Kedua, proses mendapatkan harta itu melalui proses yang buruk. Ketiga, kewajiban atas harta tidak ditunaikan seperti zakat. Keempat, harta melalaikan dari dzikrullah atau mengingat Allah SWT.
“Jika ada mindset dan pengelolaan yang belum tepat, maka hal-hal tersebut perlu diperbaiki. Di dalam Islam, harta ditempatkan sebagai karunia yang memiliki dua mata pisau karena bisa menjadi kebaikan ataupun menjadi petaka,” kata Ustadz Fauzi dalam kajian daring Formula Hati, Kamis (5/10/2023).
Pertama, harta dan fitnahnya yang terkait. Ada persepsi yang muncul tentang harta ketika situasinya lebih identik dengan fitnah ketimbang kebaikan. Hal ini terjadi ketika secara faktual yang selamat dari fitnah harta itu tidak banyak.
Baca juga:Konsep Harta dalam Islam, Fasilitas untuk Beramal Saleh
“Nabi menyatakan bahwa dunia itu manis dan hijau dan Allah kuasakan manusia atas dunia. Maka dari itu, kita perlu menata hati agar tidak terjebak ke dalam fitnah harta,” ujar Ustadz Fauzi.
Dari konteks ini, seseorang tidak boleh menggampangkan situasi dalam memasuki pengelolaan harta. Alih-alih sanggup untuk mengelola harta, bisa jadi seseorang malah terjebak ke dalam fitnahnya. Dua pilihan pengelolaan harta yakni berlimpah atau sederhana.