Bekerja Terlalu Keras Bisa Berdampak Fatal pada Kesehatan Jantung
Esti setiyowati
Jum'at, 20 Oktober 2023 - 05:00 WIB
ilustrasi
Bekerja keras kerap diidentikan dengan seseorang yang bisa diandalkan di perusahaan. Namun, bekerja secara berlebihan berpotensi buruk pada kesehatan pekerja itu sendiri.
Ada risiko pada organ paling vital, yaitu jantung, bagi Anda yang memaksa bekerja terlalu keras. Tuntutan jadwal kerja yang tiada henti dan gaya hidup yang sibuk dapat memberikan tekanan yang signifikan pada sistem kardiovaskular, yang berdampak buruk pada kesehatan jantung.
Salah satu cara kerja berlebihan berisiko pada jantung adalah melalui peningkatan tingkat stres. Bekerja sangat keras dapat menyebabkan stres kronis, memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.
Melansir Times of India, Rabu (18/10/2023), paparan hormon-hormon ini dalam waktu lama dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol, yang keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.
Karena itu, penting untuk menyeimbangkan kehidupan kerja yang stabil sehingga tingkat stres tidak melebihi batas.
Kemudian, jam kerja yang panjang sering menyisakan sedikit waktu untuk berolahraga atau menjalani gaya hidup aktif. Padahal dua komponen ini adalah kunci kesehatan jantung.
Baca juga:Telinga Serasa Kemasukan Air? Bisa Jadi Itu Gejala Awal Kanker Nasofaring
Ada risiko pada organ paling vital, yaitu jantung, bagi Anda yang memaksa bekerja terlalu keras. Tuntutan jadwal kerja yang tiada henti dan gaya hidup yang sibuk dapat memberikan tekanan yang signifikan pada sistem kardiovaskular, yang berdampak buruk pada kesehatan jantung.
Salah satu cara kerja berlebihan berisiko pada jantung adalah melalui peningkatan tingkat stres. Bekerja sangat keras dapat menyebabkan stres kronis, memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.
Melansir Times of India, Rabu (18/10/2023), paparan hormon-hormon ini dalam waktu lama dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol, yang keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.
Karena itu, penting untuk menyeimbangkan kehidupan kerja yang stabil sehingga tingkat stres tidak melebihi batas.
Kemudian, jam kerja yang panjang sering menyisakan sedikit waktu untuk berolahraga atau menjalani gaya hidup aktif. Padahal dua komponen ini adalah kunci kesehatan jantung.
Baca juga:Telinga Serasa Kemasukan Air? Bisa Jadi Itu Gejala Awal Kanker Nasofaring