Tak Ingin Politik Praktis, Ponpes Gontor Tolak Kedatangan Capres-Cawapres
Muhajirin
Sabtu, 21 Oktober 2023 - 11:00 WIB
Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, Hidayat Nur Wahid menegaskan secara institusi tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.
Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor, Hidayat Nur Wahid (HNW), menegaskan, Pondok Modern Darussalam Gontor secara institusi tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis.
"Gontor di atas dan untuk semua golongan. Gontor tidak berpolitik praktis, kami netral dari partai politik apapun," katanya di Jakarta, Jumat (20/10/2023).
Meskipun tak berpolitik praktis, HNW yang merupakan Wakil Ketua MPR RI itu menegaskan Gontor tetap mendidik masyarakatnya untuk tidak buta terhadap politik. Bahkan, alumninya kini tersebar di berbagai macam partai politik dan organisasi masyarakat.
Baca juga:100 Tahun Gontor, 10.000 Alumni Akan Gelar Tajammuk dan Jalan Sehat di Monas
"Contohnya di sini ada perwakilan beberapa partai, saya dari PKS, ada Pak Lukman (Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin) dari PPP, ada juga yang jadi kiai tak berpartai," katanya.
Maka itu, HNW menyebutkan sampai saat ini Gontor tidak menerima kunjungan dari calon presiden/wakil presiden mana pun. Dia menegaskan, Gontor telah memiliki sifat keindonesiaan yang telah diterapkan sehari-hari, di mana para santri dari berbagai daerah di Indonesia hidup bersama-sama tanpa dibeda-bedakan.
"Karenanya, para capres silakan datang ke pesantren lainnya yang memungkinkan untuk mendapatkan dukungan praktis," katanya.
"Gontor di atas dan untuk semua golongan. Gontor tidak berpolitik praktis, kami netral dari partai politik apapun," katanya di Jakarta, Jumat (20/10/2023).
Meskipun tak berpolitik praktis, HNW yang merupakan Wakil Ketua MPR RI itu menegaskan Gontor tetap mendidik masyarakatnya untuk tidak buta terhadap politik. Bahkan, alumninya kini tersebar di berbagai macam partai politik dan organisasi masyarakat.
Baca juga:100 Tahun Gontor, 10.000 Alumni Akan Gelar Tajammuk dan Jalan Sehat di Monas
"Contohnya di sini ada perwakilan beberapa partai, saya dari PKS, ada Pak Lukman (Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin) dari PPP, ada juga yang jadi kiai tak berpartai," katanya.
Maka itu, HNW menyebutkan sampai saat ini Gontor tidak menerima kunjungan dari calon presiden/wakil presiden mana pun. Dia menegaskan, Gontor telah memiliki sifat keindonesiaan yang telah diterapkan sehari-hari, di mana para santri dari berbagai daerah di Indonesia hidup bersama-sama tanpa dibeda-bedakan.
"Karenanya, para capres silakan datang ke pesantren lainnya yang memungkinkan untuk mendapatkan dukungan praktis," katanya.