Pemboman Gereja Gaza dan Eksposur Kebohongan
Tim langit 7
Rabu, 25 Oktober 2023 - 08:00 WIB
Pemboman gereja di Gaza dan eksposur kebohongan.
Terasa berat mengaitkan dua kata ini; etika dan peperangan. Keduanya memiliki nuansa yang paradoks. Etika adalah prilaku yang didasarkan kepada norma-norma kebenaran dan keadilan, baik secara legal maupun moral, dalam agama maupun hukum positif.
Hal ini mirip dengan mengaitkan dua kata ini: “holy war” (perang suci). Karena rasanya perang itu tidak pernah suci. Perang akan selalu identik dengan kekerasan, kerusakan dan pembunuhan. Karenanya kedua kata ini juga harusnya dipahami sebagai dua hal yang paradoksikal.
Islam sebagai agama kehidupan memberikan petunjuknya dalam segala aspek kehidupan manusia. Termasuk di dalamnya petunjuk Islam di saat berada dalam situasi peperangan. Bahkan Islam sangat rinci dalam memberikan acuan apa-apa yang tidak boleh dilakukan di saat berperang.
Saya tidak bermaksud menuliskan semua itu. Karena masalah etika Islam dalam peperangan bisa menjadi kajian besar dan dituliskan dalam buku yang terpisah. Mulai dari kapan boleh berperang, dengan siapa diizinkan berperang, hingga bagaimana seharusnya menjaga etika dalam melakukan peperangan itu.
Yang ingin saya tuliskan kali ini hanya satu aspek saja. Bahwa Islam mewajibkan menjaga rumah-rumah ibadah ketika terjadi peperangan. Pengaturan ini tidak main-main karena penegasannya langsung dalam Al-Qur’an itu sendiri. Sehingga tidak perlu interpretasi yang seringkali dikurangi atau dilebihkan.
Baca juga:Kelicikan-Kelicikan Konflik Timur Tengah
Sebelum mengutip ayat itu, mungkin sekali lagi diingatkan bahwa peperangan dalam perspektif Islam adalah jalan paling akhir dari sebuah upaya mewujudkan keadilan dan perdamaian. Peperangan tidak pernah dipandang sebagai sebuah inisiasi keislaman. Tapi semata respon kepada sebuah situasi yang memaksa terjadinya peperangan itu.
Hal ini mirip dengan mengaitkan dua kata ini: “holy war” (perang suci). Karena rasanya perang itu tidak pernah suci. Perang akan selalu identik dengan kekerasan, kerusakan dan pembunuhan. Karenanya kedua kata ini juga harusnya dipahami sebagai dua hal yang paradoksikal.
Islam sebagai agama kehidupan memberikan petunjuknya dalam segala aspek kehidupan manusia. Termasuk di dalamnya petunjuk Islam di saat berada dalam situasi peperangan. Bahkan Islam sangat rinci dalam memberikan acuan apa-apa yang tidak boleh dilakukan di saat berperang.
Saya tidak bermaksud menuliskan semua itu. Karena masalah etika Islam dalam peperangan bisa menjadi kajian besar dan dituliskan dalam buku yang terpisah. Mulai dari kapan boleh berperang, dengan siapa diizinkan berperang, hingga bagaimana seharusnya menjaga etika dalam melakukan peperangan itu.
Yang ingin saya tuliskan kali ini hanya satu aspek saja. Bahwa Islam mewajibkan menjaga rumah-rumah ibadah ketika terjadi peperangan. Pengaturan ini tidak main-main karena penegasannya langsung dalam Al-Qur’an itu sendiri. Sehingga tidak perlu interpretasi yang seringkali dikurangi atau dilebihkan.
Baca juga:Kelicikan-Kelicikan Konflik Timur Tengah
Sebelum mengutip ayat itu, mungkin sekali lagi diingatkan bahwa peperangan dalam perspektif Islam adalah jalan paling akhir dari sebuah upaya mewujudkan keadilan dan perdamaian. Peperangan tidak pernah dipandang sebagai sebuah inisiasi keislaman. Tapi semata respon kepada sebuah situasi yang memaksa terjadinya peperangan itu.