Benjamin Netanyahu, Mayat Politik yang Bergerak
Muhajirin
Rabu, 01 November 2023 - 04:00 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
Perselisihan pejabat politik Israel dan militer zionis belum menemui titik temu. Perselisihan itu muncul di tengah kekecewaan ‘warga israel’ terhadap sosok PM Benjamin Netanyahu yang diminta untuk segera mundur dari posisi perdana menteri.
Tokoh Netanyahu di publik ‘Israel’ menjelma sosok yang paling terpojokkkan akibat keberhasilan operasi Taufan Al-Aqsa. Mayoritas ‘warga Israel’ sudah tidak percaya dengan kepemimpinan Netanyahu dan menuntutnya agar segera munur.
Pakar Israel dan Barat berpendapat, sejauh ini Netanyahu tidak pernah berbicara tentang tujuan realistis di balik serangan udara ke Jalur Gaza. Netanyahu hanya mengulangi narasi bahwa Hamas harus dilenyapkan, yang bagi para pakar hal tersebut secara praktis tidak mungkin dilakukan.
Di sisi lain, Netanyahu mengesampingkan tuntutan ‘warga Israel’ untuk membebaskan para tawanan yang dibawa ke Jalur Gaza oleh Hamas. Saat terdesak, Netanyahu hanya berpura-pura merasakan kekhawatiran dan ketakutan keluarga para tawanan dengan mengatakan, “Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendapatkan mereka kembali.” Ekspresi yang ditampilkan penuh rasa putus asa.
Netanyahu, Tokoh Narsis
Di tengah perselisihan tersebut, penulis surat kabar Maariv Ben Caspit menyerukan agar Netanyahu segera digulingkan. Dia mengatakan, “Netanyahu telah menyebabkan cukup banyak kerusakan, dan harus disingkirkan dari kekuasaan.”
Sementara, editor situs berita Walla, Nir Kivnis, percaya bahwa jalan yang diambil Netanyahu adalah Politisi kontroversial. Dia berbicara tentang perang Gaza di di tengah perbedaan pendapat dan perbedaan posisi antara militer Israel dan pejabat pemerintahan.
Tokoh Netanyahu di publik ‘Israel’ menjelma sosok yang paling terpojokkkan akibat keberhasilan operasi Taufan Al-Aqsa. Mayoritas ‘warga Israel’ sudah tidak percaya dengan kepemimpinan Netanyahu dan menuntutnya agar segera munur.
Pakar Israel dan Barat berpendapat, sejauh ini Netanyahu tidak pernah berbicara tentang tujuan realistis di balik serangan udara ke Jalur Gaza. Netanyahu hanya mengulangi narasi bahwa Hamas harus dilenyapkan, yang bagi para pakar hal tersebut secara praktis tidak mungkin dilakukan.
Di sisi lain, Netanyahu mengesampingkan tuntutan ‘warga Israel’ untuk membebaskan para tawanan yang dibawa ke Jalur Gaza oleh Hamas. Saat terdesak, Netanyahu hanya berpura-pura merasakan kekhawatiran dan ketakutan keluarga para tawanan dengan mengatakan, “Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendapatkan mereka kembali.” Ekspresi yang ditampilkan penuh rasa putus asa.
Netanyahu, Tokoh Narsis
Di tengah perselisihan tersebut, penulis surat kabar Maariv Ben Caspit menyerukan agar Netanyahu segera digulingkan. Dia mengatakan, “Netanyahu telah menyebabkan cukup banyak kerusakan, dan harus disingkirkan dari kekuasaan.”
Sementara, editor situs berita Walla, Nir Kivnis, percaya bahwa jalan yang diambil Netanyahu adalah Politisi kontroversial. Dia berbicara tentang perang Gaza di di tengah perbedaan pendapat dan perbedaan posisi antara militer Israel dan pejabat pemerintahan.