3 Jenis Hati Manusia, Ada yang Bikin Pahala Berguguran
Muhajirin
Selasa, 07 November 2023 - 16:00 WIB
ilustrasi
Bupati Tanjung Jabung Barat-Jambi, H. Anwar Sadat, menilai menjadi pribadi yang tangguh dan sukses menjadi dambaan setiap orang. Itu karena dunia dipenuhi berita kekerasan dan kekejaman.
“Jika kita memiliki kepribadian yang kuat maka kita akan merasa tenang dan nyaman dalam menghadapi semua itu dan akan sukses dalam menjalani hidup,” kata Anwar saat menyampaikan khutbah di Masid Istiqlal Jakarta, dikutip Selasa (7/11).
Kepribadian yang kuat dan kesuksesan dalam menjalani hidup tentu tidak tercipta begitu saja tanpa proses dan konstruksi. Kecerdasan merupakan salah satu wujud keberhasilan dalam menjaga dan menata hati.
Dalam ajaran Islam, terdapat konsep tasawuf tentang pemeliharaan dan penataan hati yang dapat berdampak pada terwujudnya akhlak yang baik.
“Ingatlah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika baik, maka baik pula seluruh tubuh. Jika rusak, maka seluruh tubuh juga ikut rusak. Ketahuilah bahwa itu adalah hati.” (HR Bukhari Muslim).
Menurut Anwar, hadits tersebut menunjukkan pentingnya peranan hati dalam kehidupan sehari-hari. Segala tindakan baik ataupun buruk bersumber dan bergantung pada kondisi hati. Jika hati baik, terbebas dari segala penyakit hati, maka akan menghasilkan perbuatan baik.
Sebaliknya jika hati buruk, dipenuhi segala macam penyakit hati, maka akan menghasilkan perbuatan buruk. Maka, keadaan hati yang baik akan melahirkan pribadi yang berbudi luhur, kehadirannya di tengah masyarakat akan diterima dengan tangan terbuka, dan menjadi jalan menuju kesuksesan.
“Jika kita memiliki kepribadian yang kuat maka kita akan merasa tenang dan nyaman dalam menghadapi semua itu dan akan sukses dalam menjalani hidup,” kata Anwar saat menyampaikan khutbah di Masid Istiqlal Jakarta, dikutip Selasa (7/11).
Kepribadian yang kuat dan kesuksesan dalam menjalani hidup tentu tidak tercipta begitu saja tanpa proses dan konstruksi. Kecerdasan merupakan salah satu wujud keberhasilan dalam menjaga dan menata hati.
Dalam ajaran Islam, terdapat konsep tasawuf tentang pemeliharaan dan penataan hati yang dapat berdampak pada terwujudnya akhlak yang baik.
“Ingatlah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika baik, maka baik pula seluruh tubuh. Jika rusak, maka seluruh tubuh juga ikut rusak. Ketahuilah bahwa itu adalah hati.” (HR Bukhari Muslim).
Menurut Anwar, hadits tersebut menunjukkan pentingnya peranan hati dalam kehidupan sehari-hari. Segala tindakan baik ataupun buruk bersumber dan bergantung pada kondisi hati. Jika hati baik, terbebas dari segala penyakit hati, maka akan menghasilkan perbuatan baik.
Sebaliknya jika hati buruk, dipenuhi segala macam penyakit hati, maka akan menghasilkan perbuatan buruk. Maka, keadaan hati yang baik akan melahirkan pribadi yang berbudi luhur, kehadirannya di tengah masyarakat akan diterima dengan tangan terbuka, dan menjadi jalan menuju kesuksesan.