Julid FiSabilillah, Jihad Narasi Netizen Indonesia yang Bikin Israel Kena Mental
Esti setiyowati
Ahad, 26 November 2023 - 08:32 WIB
Tagar Julid FiSabilillah dalam beberapa hari terakhir kerap berseliweran di media sosial
Tagar Julid FiSabilillah dalam beberapa hari terakhir kerap berseliweran di media sosial. Bahkan istilah ini sempat menjadi trending di platform X, sebelumnya dikenal Twitter.
"Operasi Jihad fi Sabilillah ditujukan untuk melemahkan moril Israel, melemahkan propaganda Zionis, dan memperkuat narasi pro-Palestina di jagat maya (Twitter, Instagram, TikTok, FB, dan kanal maya lainnya)," bunyi penjelasan teknis operasi Julid FiSabilillah yang diunggah akun @greschinov milik Erlangga Greschinov.
Erlangga Grechinov mengawali aksi ini dengan membagikan 50 akun Instagram tentara IDF. Pancingan ini pun berbuah 'silaturahmi' warganet Tanah Air ke akun Instagram para tentara Israel.
"Target utama kita adalah para tentara dan aparat kepolisian Israel, warga atau badan yang membuat narasi anti-Palestina," terangnya.
Netizen Indonesia yang dikenal julid pun melayangkan komentar-komentar pedas dengan target mental para tentara Israel.
Baca juga:Kisah Umar bin Khattab di Yerusalem, Refleksi Sikap Toleransi dalam Islam
"Tindakan yang dilakukan yaitu memberikan counter-narratives dengan 2 cara persuasif (komentar pro Palestina dan informasi fakta tentang Palestina) dan juga secara trolling (perisakan, hujatan, retasan, report massal pada akun-akun Zionis)." lanjut Erlangga.
"Operasi Jihad fi Sabilillah ditujukan untuk melemahkan moril Israel, melemahkan propaganda Zionis, dan memperkuat narasi pro-Palestina di jagat maya (Twitter, Instagram, TikTok, FB, dan kanal maya lainnya)," bunyi penjelasan teknis operasi Julid FiSabilillah yang diunggah akun @greschinov milik Erlangga Greschinov.
Erlangga Grechinov mengawali aksi ini dengan membagikan 50 akun Instagram tentara IDF. Pancingan ini pun berbuah 'silaturahmi' warganet Tanah Air ke akun Instagram para tentara Israel.
"Target utama kita adalah para tentara dan aparat kepolisian Israel, warga atau badan yang membuat narasi anti-Palestina," terangnya.
Netizen Indonesia yang dikenal julid pun melayangkan komentar-komentar pedas dengan target mental para tentara Israel.
Baca juga:Kisah Umar bin Khattab di Yerusalem, Refleksi Sikap Toleransi dalam Islam
"Tindakan yang dilakukan yaitu memberikan counter-narratives dengan 2 cara persuasif (komentar pro Palestina dan informasi fakta tentang Palestina) dan juga secara trolling (perisakan, hujatan, retasan, report massal pada akun-akun Zionis)." lanjut Erlangga.