Alissa Wahid Ingatkan Potensi Perpecahan Keluarga Akibat Beda Pilihan Politik
Tim langit 7
Sabtu, 02 Desember 2023 - 09:00 WIB
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hj Alissa Wahid
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hj Alissa Wahid mengingatkan potensi perpecahan dalam keluarga akibat beda pilihan pada Pemilu 2024.
Dia mengingatkan jangan sampai ada perpecahan dalam keluarga akibat pilihan politik yang berbeda. Ia menegaskan bahwa kerukunan dalam keluarga adalah hal penting.
"Harta yang paling berharga adalah keluarga, jangan sampai urusan beda politik membuat keluarga menjadi berantakan," katanya dilansir dari NU Online, Jumat (1/12/2023)..
Putri sulung KH Abdurrahman Wahid itu berujar, perbedaan dalam pilihan politik adalah hal yang lumrah. Sehingga kerekatan anggota keluarga harus dijalin dengan baik sehingga menimbulkan kesetiaan dan kekompakan dalam lingkup rumah tangga.
"Jadi beda pilihan tidak apa-apa, yang penting hubungan keluarga harus tetap setia," tegasnya.
Baca juga:Ketum PBNU Harap Kenaikan Biaya Haji Tak Memberatkan Jamaah
Alissa menjelaskan tentang cara memilih calon pemimpin di pemilu 2024. Dia menekankan untuk memilih calon pemimpin yang memiliki integritas dan kompetensi.
Dia mengingatkan jangan sampai ada perpecahan dalam keluarga akibat pilihan politik yang berbeda. Ia menegaskan bahwa kerukunan dalam keluarga adalah hal penting.
"Harta yang paling berharga adalah keluarga, jangan sampai urusan beda politik membuat keluarga menjadi berantakan," katanya dilansir dari NU Online, Jumat (1/12/2023)..
Putri sulung KH Abdurrahman Wahid itu berujar, perbedaan dalam pilihan politik adalah hal yang lumrah. Sehingga kerekatan anggota keluarga harus dijalin dengan baik sehingga menimbulkan kesetiaan dan kekompakan dalam lingkup rumah tangga.
"Jadi beda pilihan tidak apa-apa, yang penting hubungan keluarga harus tetap setia," tegasnya.
Baca juga:Ketum PBNU Harap Kenaikan Biaya Haji Tak Memberatkan Jamaah
Alissa menjelaskan tentang cara memilih calon pemimpin di pemilu 2024. Dia menekankan untuk memilih calon pemimpin yang memiliki integritas dan kompetensi.