Tolak Dinasti Politik, Gemas'D Gelar Aksi di Untag Surabaya
Tim langit 7
Rabu, 06 Desember 2023 - 15:00 WIB
Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas berkumpul di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Rabu (6/12/2023).Foto/ist
Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas berkumpul di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Rabu (6/12/2023). Mereka menyuarakan untuk menolak dinasti politik.
Aksi Damai Selamatkan Demokrasi itu digelar Gerakan Mahasiswa Selamatkan Demokrasi (Gemas’D). Mereka melakukan orasi dan menuliskan spanduk yang ditempel di tembok-tembok kampus.
Spanduk bertuliskan 'Tolak Pelanggaran HAM. Tolak Politik Dinasti', 'Cie Omnya MK', 'Mahasiswa Harus Kritis', Demokrasi Diamputasi' dan sebagainya.
Baca juga:Jelang Pemilu 2024, KH Cholil Nafis Ajak Eratkan Ukhuwah Insaniyah Lewat Para Dai
Beberapa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berorasi. Dengan tegas mereka menolak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meloloskan anak Jokowi yakni Gibran sebagai calon wakil presiden dalam kontestasi pemilihan presiden/wakil presiden 2024 mendatang.
"Apakah putusan MK itu buat kita anao-anak muda? Apa untuk kita, anak-anak muda? Bukan! Itu hanya untuk anak Jokowi," ungkap Farhan, salah satu orator bernama Farhan.
Seniman Eros Djarot juga hadir dalam acara ini. Eros memberikan semangat pada mahasiswa untuk melawan. "Inilah saatnya untuk melawan," tandasnya.
Aksi Damai Selamatkan Demokrasi itu digelar Gerakan Mahasiswa Selamatkan Demokrasi (Gemas’D). Mereka melakukan orasi dan menuliskan spanduk yang ditempel di tembok-tembok kampus.
Spanduk bertuliskan 'Tolak Pelanggaran HAM. Tolak Politik Dinasti', 'Cie Omnya MK', 'Mahasiswa Harus Kritis', Demokrasi Diamputasi' dan sebagainya.
Baca juga:Jelang Pemilu 2024, KH Cholil Nafis Ajak Eratkan Ukhuwah Insaniyah Lewat Para Dai
Beberapa perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berorasi. Dengan tegas mereka menolak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meloloskan anak Jokowi yakni Gibran sebagai calon wakil presiden dalam kontestasi pemilihan presiden/wakil presiden 2024 mendatang.
"Apakah putusan MK itu buat kita anao-anak muda? Apa untuk kita, anak-anak muda? Bukan! Itu hanya untuk anak Jokowi," ungkap Farhan, salah satu orator bernama Farhan.
Seniman Eros Djarot juga hadir dalam acara ini. Eros memberikan semangat pada mahasiswa untuk melawan. "Inilah saatnya untuk melawan," tandasnya.
(ori)