Kadin Tertarik Kerjasama Penggunaan Teknologi Pertanian Berbasis Data Satelit Uni Eropa
Tim langit 7
Kamis, 07 Desember 2023 - 21:00 WIB
Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menerima kunjungan Green Art Indonesia melakukan kunjungan ke Graha Kadin Jatim di Surabaya beberapa waktu lalu.Foto/ist
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto kembali menegaskan pentingnya penerapan teknologi di sektor pertanian guna efektifitas pengolahan dan peningkatan kualitas serta kuantitas produksi.
Penegasan ini diungkapkan pasca Green Art Indonesia melakukan kunjungan ke Graha Kadin Jatim di Surabaya beberapa waktu yang lalu untuk menawarkan kerjasama penerapan teknologi pertanian berbasis data dari satelit Uni Eropa.
"Sejauh ini Indonesia masih tertinggal dalam penerapan teknologi pertanian. Sehingga kualitas dan produktifitas pertanian kita sering kalah dibanding negara-negara lain seperti Jepang, Belanda, Amerika Serikat dan Australia," kata Adik, Kamis (7/12/2023).
Adanya teknologi penyemaian tanaman melalui drone misalnya, menjadi salah satu contoh perkembangan teknologi agrikultur yang menjadikan kerja lebih tepat sasaran dan efisien.
Untuk itu, Kadin Jatim menyambut baik tawaran kerjasama GreenArt Indonesia. Dalam pengolahan pertanian, mereka menggunakan soft were berbasis data base yang diperoleh dari radar dari satelit Uni Eropa untuk kemudian diolah oleh kecerdasan buatan (Desidera Artificial Intelligence). Teknologi ini di klaim yang sangat bermanfaat untuk komoditas pertanian, perkebunan dan kehutanan.
"Dengan teknologi ini, kita bisa mendeteksi ketersediaan air di suatu lahan setiap hari, daily update. Selain itu penggunaan pestisida dan pupuk juga bisa disesuai dengan kondisi lahan," tandasnya.
Baca juga:Petrokimia Gresik Borong 21 Penghargaan pada Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional
Penegasan ini diungkapkan pasca Green Art Indonesia melakukan kunjungan ke Graha Kadin Jatim di Surabaya beberapa waktu yang lalu untuk menawarkan kerjasama penerapan teknologi pertanian berbasis data dari satelit Uni Eropa.
"Sejauh ini Indonesia masih tertinggal dalam penerapan teknologi pertanian. Sehingga kualitas dan produktifitas pertanian kita sering kalah dibanding negara-negara lain seperti Jepang, Belanda, Amerika Serikat dan Australia," kata Adik, Kamis (7/12/2023).
Adanya teknologi penyemaian tanaman melalui drone misalnya, menjadi salah satu contoh perkembangan teknologi agrikultur yang menjadikan kerja lebih tepat sasaran dan efisien.
Untuk itu, Kadin Jatim menyambut baik tawaran kerjasama GreenArt Indonesia. Dalam pengolahan pertanian, mereka menggunakan soft were berbasis data base yang diperoleh dari radar dari satelit Uni Eropa untuk kemudian diolah oleh kecerdasan buatan (Desidera Artificial Intelligence). Teknologi ini di klaim yang sangat bermanfaat untuk komoditas pertanian, perkebunan dan kehutanan.
"Dengan teknologi ini, kita bisa mendeteksi ketersediaan air di suatu lahan setiap hari, daily update. Selain itu penggunaan pestisida dan pupuk juga bisa disesuai dengan kondisi lahan," tandasnya.
Baca juga:Petrokimia Gresik Borong 21 Penghargaan pada Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional