“Ini Seperti Hiroshima”, Penyair Jepang Mohok Makan Sebagai Bentuk Solidaritas untuk Gaza
Muhajirin
Selasa, 12 Desember 2023 - 16:00 WIB
ilustrasi
Koran investigasi Perancis, Mediapart, merilis sebuah artikel tentang penyair muda Jepang, Shindo Matsushita (27 tahun), yang menjadi salah satu figur publik dalam demonstrasi mendukung Palestina.
Dia melakukan mogok makan untuk menuntut gencatan senjata permanen dan diakhirinya pembantaian di Jalur Gaza.
Artikel Mediapart yang ditulis Johan Florey menjelaskan, banyak orang Jepang melihat pengeoman di Jalur Gaza sebagai sebuah sejarah yang berulang, seperti sejarah Hiroshima dan Nagasaki.
“Saya ingin memimpikan sebuah dunia di mana perang tidak ada lagi,” kata Shindo, dikutip dari Aljazeera, Senin (11/12).
Komitmen Shindo (27 tahun) untuk memerangi kolonialisme berawal dari sejarah diskriminasi keluarga. Dia dilahirkan dalam komunitas Burakumin, yang mewakili “orang buangan” di Jepang. Keluarganya bekerja di rumah jagal dan administrasi pemakaman serta tidak memiliki tanah.
Baca juga:Motif Sekar Arum Sari Juara Sayembara Desain Batik Jemaah Haji Indonesia
Selera Shindo dalam seni dan sastra membawanya ke budaya Palestina. Dia tertarik pada kisah-kisah kehidupan selama masa perang serta kisah-kisah Nakba, yang menceritakan kisah orang-orang yang didiskriminasi dan diusir dari tanah mereka.
Dia melakukan mogok makan untuk menuntut gencatan senjata permanen dan diakhirinya pembantaian di Jalur Gaza.
Artikel Mediapart yang ditulis Johan Florey menjelaskan, banyak orang Jepang melihat pengeoman di Jalur Gaza sebagai sebuah sejarah yang berulang, seperti sejarah Hiroshima dan Nagasaki.
“Saya ingin memimpikan sebuah dunia di mana perang tidak ada lagi,” kata Shindo, dikutip dari Aljazeera, Senin (11/12).
Komitmen Shindo (27 tahun) untuk memerangi kolonialisme berawal dari sejarah diskriminasi keluarga. Dia dilahirkan dalam komunitas Burakumin, yang mewakili “orang buangan” di Jepang. Keluarganya bekerja di rumah jagal dan administrasi pemakaman serta tidak memiliki tanah.
Baca juga:Motif Sekar Arum Sari Juara Sayembara Desain Batik Jemaah Haji Indonesia
Selera Shindo dalam seni dan sastra membawanya ke budaya Palestina. Dia tertarik pada kisah-kisah kehidupan selama masa perang serta kisah-kisah Nakba, yang menceritakan kisah orang-orang yang didiskriminasi dan diusir dari tanah mereka.