home global news

Meliput dengan Perut Kosong, Jurnalis di Gaza: Kami Lawan Kelaparan dan Bom Israel

Kamis, 21 Desember 2023 - 17:00 WIB
ilustrasi
Sejak 7 Oktober 2023, surat kabar Perancis La Croix telah berkomunikasi dengan jurnalis dan fotografer Palestina Abed Zaqout (37 tahun). Dia menceritakan kehidupan sehari-hari serta mendokumentasikan pengeboman dan kehancuran yang menimpa Jalir Gaza.

Abed tinggal di Jalur Gaza Selatan dan bekerja sebagai jurnalis lepas di beberapa kantor pers, seperti La Croix. Sejak pembantaian di Jalur Gaza meletus, dia Sudah mengungsi ke beberapa tempat sambil mendokumentasikan setiap kejadian yang dia lihat.

“Pada awal konflik, saya bersama keluarga mengungsi di Rumah Sakit Nasser, di jantung kota Khan Yunis. Dari sana, saya berpindah-pindah area yang dibom dan meliput peristiwa yang saya lihat,” kata Abed, dikutip dari Aljazeera Arabic, Kamis (21/12).

Abed lalu pindah ke Kota Rafah, Jalur Gaza Selatan, sebuah wilayah yang diklaim aman oleh militer Israel. Dia terpaksa pindah lantaran intensitas pengeboman semakin tinggi di Khan Yunis.

Baca juga:Kemenag dan Baznas Lepas 10 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

“Dari sana saya menulis kepada Anda dari tenda tempat saya menetap di Rafah, di tengah dinginnya udara di Rafah. Anak-anakku sakit dan menderita kelaparan,” ujarnya.

“Kami para jurnalis dan fotografer bekerja dengan perut kosong. Kami menghadapi tantangan besar dalam menyediakan makanan untuk anak-anak kami dan mencari sedikit roti. Kami memproduksi cerita foto dan video tentang kelaparan dan kehausan, sementara anak-anak kami menderita kelaparan dan haus.”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
jurnalis jalur gaza
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya