Mahfud MD Bidik Pertumbuhan Ekonomi 7%, Berantas Korupsi dari Laut sampai Udara
Muhajirin
Jum'at, 22 Desember 2023 - 20:49 WIB
Cawapres Mahfud MD saat debat Pilpres 2024, Jumat (22/12/2023).
Calon wakil presiden nomor urut 3, Prof Mahfud MD, berjanji menargetkan pertumbuhan ekonomi 7% dalam satu tahun. Salah satu cara meraih capaian tersebut yakni memberantas korupsi di Indonesia.
“Mungkin tidak Anda mentargetkan mendapat pertumbuhan ekonomi 7% dalam satu tahun? Pertanyaan itu saya sampai ke ahli. Mereka mengatakan, hanya karena kebodohan kita, kita ini tidak bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi 7%, karena kita ini kaya raya dengan sumber daya alam, dan sumber daya manusia yang hebat,” kata Mahfud dalam debat cawapres 2024 di Jakarta, Jumat malam (22/12/2023).
Dia menegaskan, hal yang menjadi penghambat adalah korupsi. Dia juga akan melakukan inefisiensi di sektor pertumbuhan ekonomi yakni sektor konsumsi, belanja pemerintah, ekspor-impor, dan investasi.
“Jadi, dengn demikian, karena banyak korupsi, dan itu betul terjadi. Korupsi terjadi di lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif secara besar-besaran,” ujar Mahfud.
Bahkan, kata dia, korupsi jua terjadi di sektor pertanahan dan pertambangan, sektor kelautan, dan sektor udara yakni pesawat terbang. Artinya, korupsi di Indonesia sudah terjadi di semua sektor.
“Akibatnya apa? Rakyat miskin,” ucap Mahfud. Dia menjelaskan, korupsi harus dilawan agar terjadi pemerataan seperti ketentuan pasal 3 UUD. Dia juga mengutip Surah Al-Hasyr ayat 7:
“Supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS Al-Hasyr: 7)
“Mungkin tidak Anda mentargetkan mendapat pertumbuhan ekonomi 7% dalam satu tahun? Pertanyaan itu saya sampai ke ahli. Mereka mengatakan, hanya karena kebodohan kita, kita ini tidak bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi 7%, karena kita ini kaya raya dengan sumber daya alam, dan sumber daya manusia yang hebat,” kata Mahfud dalam debat cawapres 2024 di Jakarta, Jumat malam (22/12/2023).
Dia menegaskan, hal yang menjadi penghambat adalah korupsi. Dia juga akan melakukan inefisiensi di sektor pertumbuhan ekonomi yakni sektor konsumsi, belanja pemerintah, ekspor-impor, dan investasi.
“Jadi, dengn demikian, karena banyak korupsi, dan itu betul terjadi. Korupsi terjadi di lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif secara besar-besaran,” ujar Mahfud.
Bahkan, kata dia, korupsi jua terjadi di sektor pertanahan dan pertambangan, sektor kelautan, dan sektor udara yakni pesawat terbang. Artinya, korupsi di Indonesia sudah terjadi di semua sektor.
“Akibatnya apa? Rakyat miskin,” ucap Mahfud. Dia menjelaskan, korupsi harus dilawan agar terjadi pemerataan seperti ketentuan pasal 3 UUD. Dia juga mengutip Surah Al-Hasyr ayat 7:
“Supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.” (QS Al-Hasyr: 7)
(ori)