home masjid

Mengenal Pak Nu'man, Arsitek Seribu Masjid dengan Ciri Desain Tanpa Kubah

Kamis, 02 September 2021 - 19:05 WIB
Ahmad Numan, seorang arsitek masjid. (Foto: www.indesignlive.co.id)
Lazimnya, atap masjid berbentuk kubah yang dipopulerkan oleh Dinasti Ottoman. Di Indonesia, penggunaan kubah sebagai atap baru populer pada abad ke-20.

Sebelum itu atap masjid didesain dengan merujuk kebudayaan setempat. Seperti Masjid Agung Demak dengan atap limas tumpang tiga yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit.

Saat ini, trend arsitektur masjid mulai bergeser kembali dengan atap tanpa kubah. Bedanya dengan dahulu, masjid tanpa kubah saat ini didesain dengan mengedepankan konsep modern, futuristik, dan minimalis.

Adalah Ahmad Nu'man, arsitek yang tumbuh di lingkungan akademik Institut Teknologi Bandung (ITB), mempopulerkan kembali masjid tanpa kubah dan dikenal sebagai Arsitek Seribu Masjid. Masjid yang Nu'man rancang tersebar dari Bandung sampai Sarajevo dan Afrika.

Baca Juga: Almadhina, Komunitas Pelindung Hutan yang Sekolahkan Warga Desa

Sebut saja Masjid At Tin dan Masjid Taman Ismail Marzuki di Jakarta, Masjid Al-Ghifari IPB Bogor, Masjid Raya Pati, Masjid Al-Furqan UPI Bandung, dan Masjid Komplek Perumahan Pramuka Cibubur. Kemudian Masjid Al-Markaz al-Islami di Makassar Sulawesi Selatan.

Di luar negeri, Nu'man tercatat juga sebagai perancang mimbar Masjid Al Aqsa di Palestina pada 1993 hingga 1994. Dia juga perancang Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Karya lainnya adalah Masjid Muhammad Suharto di Sarajevo Bosnia, sebagai 'replika' dari Masjid Istiqlal di Indonesia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid arsitektur arsitek masjid
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya