Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home masjid detail berita

Mengenal Pak Nu'man, Arsitek Seribu Masjid dengan Ciri Desain Tanpa Kubah

fajar adhitya Kamis, 02 September 2021 - 19:05 WIB
Mengenal Pak Nu'man, Arsitek Seribu Masjid dengan Ciri Desain Tanpa Kubah
Ahmad Numan, seorang arsitek masjid. (Foto: www.indesignlive.co.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Lazimnya, atap masjid berbentuk kubah yang dipopulerkan oleh Dinasti Ottoman. Di Indonesia, penggunaan kubah sebagai atap baru populer pada abad ke-20.

Sebelum itu atap masjid didesain dengan merujuk kebudayaan setempat. Seperti Masjid Agung Demak dengan atap limas tumpang tiga yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit.

Saat ini, trend arsitektur masjid mulai bergeser kembali dengan atap tanpa kubah. Bedanya dengan dahulu, masjid tanpa kubah saat ini didesain dengan mengedepankan konsep modern, futuristik, dan minimalis.

Adalah Ahmad Nu'man, arsitek yang tumbuh di lingkungan akademik Institut Teknologi Bandung (ITB), mempopulerkan kembali masjid tanpa kubah dan dikenal sebagai Arsitek Seribu Masjid. Masjid yang Nu'man rancang tersebar dari Bandung sampai Sarajevo dan Afrika.

Baca Juga: Almadhina, Komunitas Pelindung Hutan yang Sekolahkan Warga Desa

Sebut saja Masjid At Tin dan Masjid Taman Ismail Marzuki di Jakarta, Masjid Al-Ghifari IPB Bogor, Masjid Raya Pati, Masjid Al-Furqan UPI Bandung, dan Masjid Komplek Perumahan Pramuka Cibubur. Kemudian Masjid Al-Markaz al-Islami di Makassar Sulawesi Selatan.

Di luar negeri, Nu'man tercatat juga sebagai perancang mimbar Masjid Al Aqsa di Palestina pada 1993 hingga 1994. Dia juga perancang Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Karya lainnya adalah Masjid Muhammad Suharto di Sarajevo Bosnia, sebagai 'replika' dari Masjid Istiqlal di Indonesia.

Karya perdana Ahmad Nu'man dalam arsitektur masjid tanpa kubah ialah Masjid Salman ITB. Tidak seperti masjid pada umumnya, Masjid Salman ITB beratap rata. Di dalam ruangan utama masjid pun, tidak terdapat satu tiang pun untuk menghindari terpotongnya shaf shalat berjamaah.

Ketika merancang masjid, Nu’man hanya berpegang pada dua ayat dalam Al Quran. Pertama adalah surat Al Baqarah ayat 170 yang mendorong seorang muslim memiliki kemampuan ijtihad dalam bidang apa pun. Kedua adalah surat Al Isra ayat 27 yang melarang setiap muslim berlaku boros.

Saat diterapkan ke arsitektur masjid, Nu'man ingin agar masjid yang dibangun menghabiskan biasaya seminimal mungkin. "Saya justru mencari nilai-nilai yang universal, yang transendental. Jadi, saya hilangkan itu bentuk kubah. Memang, berat juga waktu menghilangkan kubah dari rancangan kita. Itu kan ciri kita," katanya dikutip salmanitb.com.

Besar di Keluarga Muhammadiyah

Ahmad Nu'man lahir di Garut pada 1924 dari lingkungan keluarga Muhammadiyah. Ayahnya, Jamhari merupakan pendiri Muhammadiyah Garut yang turut andil dalam pembangunan sarana pendidikan seperti sekolah, asrama hingga masjid. Karena itulah Nu'man remaja tertarik mendalami ilmu arsitektur.

Nu'man menamatkan sekolah dasar di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Budi Priyayi Ciledug, Garut. Lalu menamaptkan jenjang menengah di Meer Uitgebreid Lager Onderweijs (MULO) di kota yang sama.

Namun karena kemerdekaan Indonesia yang mengakibatkan sekolahnya ditutup, akhirnya Nu'man melanjutkan ke MULO Yogyakarta. Dari sini, pendidikannya diteruskan ke SMA Muhammadiyah di kota yang sama.

Tahun 1948, dia meneruskan pendidikan ke Universitas Indonesia di Bandung (kini ITB). Saat itu belum tersedia departemen keilmuan arsitektur yang diinginkan sehingga dia memutuskan untuk melanjutkan studi di jurusan bangunan Fakultas Teknik Sipil.

Baca Juga: Kisah Jenderal M Jusuf Bangun Masjid Al Markaz Al Islami Makassar

Tahun 1952, kampusnya membuka jurusan arsitektur, dia langsung mengundurkan diri dan melanjutkan studinya di jurusan tersebut.

"Ada nilai-nilai yang cocok untuk beramal saleh, dan dengan pensil dan kertas saya bisa berdakwah," tuturnya seperti dikutip dari blog Ahmad Rofi Usmani, seorang penulis dan editor yang tinggal di Bandung.

Pada 1958, Nu'man berhasil meraih gelar Insinyur. Awalnya dia hendak dikirim untuk mengikuti program master di Kentucky, Amerika Serikat. Namun, Nu'man lebih memilih menjadi dosen di ITB dan membuka biro arsitektur yang diberi nama Birano yang merupakan singkatan dari Biro Arsitektur Ahmad Nu'man.

Nu'man wafat pada Senin, 4 April 2016 pukul 15.40 WIB di Rumah Sakit Borromeus Bandung. Semasa hidup, dia dikenal sebagai arsitek yang berdakwah lewat pena dan kertas. Ia banyak mendedikasikan hidupnya untuk membangun masjid sehingga ia dijuluki Arsitek Seribu Masjid.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)