LANGIT7.ID-Di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) terdapat sebuah masjid, yang keberadaan dan namanya, cukup populer.
Masjid Salman, namanya. Masjid ini menjadi pusat kegiatan agama mahasiswa dan sivitas akademika ITB.
Berikut adalah sejumlah fakta menarik Masjid Salman ITB, disarikan dari berbagai sumber.
1. Nama Salman diusulkan Presiden Soekarno Nama Salman diusulkan oleh presiden RI sekaligus alumni ITB, Presiden Soekarno. Sebelum Masjid Salman ITB dibangun, mahasiswa ITB melaksanakan kegiatan ibadah berjamaah seperti sholat Jumat di gedung Aula Barat ITB.
Pembangunan masjid ini juga berawal kunjungan Kasab TNI waktu itu, Jendral A.H. Nasution pada 1964 untuk ceramah di ITB. Malamnya sebelum A.H. Nasution memberikan ceramah, mahasiswa ITB membacakan ikrar untuk membangun sebuah masjid di ITB.
2. Atap yang tidak berbentuk kubah Hal paling mencolok yang membedakan masjid Salman ITB dengan masjid pada umumnya ialah atap masjid Salman yang tidak berbentuk kubah.
Atap Masjid Salman ITB terbuat dari beton dan berbentuk cekung layaknya sebuah cawan. Makna filosofi dibalik desain atap masjid ini adalah sebagai penggambaran dari seseorang yang sedang berdoa dengan tangan menengadah ke atas.
3. Ada garis veritkal menghiasi masjid Dikutip dari itb.ac.id, pengunjung masjid Salman ITB juga akan menyadari bahwa terdapat banyak pola garis-garis yang menghiasi masjid Salman ITB baik itu pada dinding maupun tiang penyangga. Garis-garis vertikal menggambarkan hubungan antara manusia dan Tuhan, sedangkan garis-garis horizontal dimaknai sebagai hubungan antara manusia dengan sesamanya.
4. Interior yang memadukan tradisional dan modern Ditulis oleh Sarah Azzahwa, ITB Journalist Apprentice 2015, menyebut, desain ruang ibadah utama masjid Salman baik dinding, lantai, dan langit-langit memadukan arsitektur tradisional dan modern karena sebagian besar terbuat dari kayu jati.
Pencahayaan remang dari masjid juga membawa nuansa syahdu bagi setiap orang yang sedang melakukan ibadah di dalamnya sehingga menambah kedekatan batin dalam komunikasi kepada Tuhan.
Desain interior masjid dirancang sedemikian rupa meredam intensitas sinar matahari yang masuk sehingga tanpa kipas angin ataupun pendingin ruangan, hawa ketika berada di dalam Masjid Salman tetap sejuk.
5. Ramai dengan banyak kegiatan Rutinitas masjid yang berwarna menjadikan Masjid Salman tak hanya sekadar tempat beribadah, namun juga wadah bagi para mahasiswa ataupun pengunjung luar untuk mempelajari agama lebih dalam dengan cara yang kreatif dan tidak monoton.
Tak heran walaupun telah berumur tua, pesona masjid Salman ITB semakin bertambah seakan tak pernah lekang oleh waktu.(*)
(hbd)