LANGIT7.ID-, Bandung- - Kasus
pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa
Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) tengah menjadi perbincangan panas di publik.
Belum usai penanganan kasus tersebut, kini muncul cuplikan video dari Himpunan Mahasiswa Tambang (HMT) Institut
Teknologi Bandung (ITB) yang mengarah pada dugaan pelecehan seksual.
Potongan video yang menampilkan Orkes Semi Dangdut (OSD) dari HMT-ITB itu memiliki lirik yang menjurus pada
pelecehan terhadap perempuan.
Baca juga: Awal Mula Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FHUI Terkuak dan Viral di MedsosKejadian tersebut memicu amarah warganet. Pasalnya, pelaku di balik kasus dugaan pelecehan seksual itu adalah mahasiswa yang dinilai sebagai kaum terpelajar.
Merespons video viral tersebut, HMT-ITB mengeluarkan pernyataan resmi berupa
permohonan maaf kepada publik.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan menyadari sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan," tulis pernyataan resmi, dikutip dari laman resmi ITB pada Rabu (15/4/2026).
HMI-ITB menyatakan bahwa OSD merupakan salah satu unit kegiatan yang berada dalam lingkup HMT-ITB sejak tahun 1970-an. Sementara untuk lagu berjudul "Erika" dibuat pada tahun 1980-an.
"Kami menyadari bahwa ini merupakan suatu kelalaian untuk tetap menampilkan lagu tersebut dengan perkembangan norma sosial dan kesusilaan di masyarakat dewasa ini," terang HMT-ITB.
Dalam pernyataannya, HMT-ITB menegaskan mengakui bahwa konten dalam video tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan.
Baca juga: Kemendiktisaintek Awasi Penanganan Kasus Pelecehan Seksual di UI dan Menjamin Perlindungan Korban"HMT-ITB dengan tegas menyatakan bahwa kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun," lanjutnya.
Lebih lanjut, pihak ITB bekerjasama dengan pihak-pihat terkait untuk segera menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi HMT-ITB serta menghapus akun-akun yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar di masyarakat.
"Kami melakukan evaluasi internal secara komprehensif terhadap konten, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan atas lagu terkait dan lagu yang mengandung unsur serupa, serta meninjau kembali standar dan pedoman kegiatan organisasi agar selaras dengan nilai-nilai etika yang berkembang di lingkungan Kampus ITB dan dalam masyarakat. Bandung, 15 April 2026 Himpunan Mahasiswa Tambang ITB," pungkas pernyataan resmi tersebut.
(est)