LANGIT7.ID-Masjid 17 Purwokerto menjadi perbincangan hangat saat kegiatan buka bersama gratis secara prasmanannya viral.
Pada salah satu momen buka bersama gratis, panitia masjid kehabisan menu berbuka karena jumlah peserta yang membeludak. Panitia pun harus mencari tambahan menu dengan membeli nasi rames.
Keberadaan masjid yang beralamat di Jl.Dr.Angka atau persis di depan RS Geriyatri Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, dengan segala fungsi sosialnya memang menjadikannya banyak dikunjungi jamaah.
Sekilas Masjid 17 Purwokerto Dikutip dari lpcr.or.id, Masjid 17 Purwokerto merupakan salah satu masjid Muhammadiyah yang dibangun pada tahun 1953 dan mulai digunakan secara aktif sejak tahun 1956.
Masjid ini didirikan di atas tanah wakaf, yang berasal dari kelebihan dana Muktamar Muhammadiyah ke-32 yang diadakan di Purwokerto.
Dengan luas 24 x 24 meter, Masjid 17 terdiri dari tiga lantai: lantai dasar menyediakan fasilitas tempat wudhu untuk laki-laki dan perempuan, lantai utama, serta lantai dua yang dapat menampung hingga 1.500 jamaah.
Nama “17” diambil dari jumlah infaq pertama yang terkumpul, yaitu 17 ribu rupiah, yang diprakarsai oleh 17 orang.
Angka 17 dipilih karena memiliki makna penting dalam Islam dan sejarah Indonesia, termasuk tanggal kemerdekaan Indonesia (17 Agustus) dan turunnya Al-Qur’an (17 Ramadhan), serta mewakili jumlah rakaat dalam salat wajib sehari-hari.
Desain masjid juga mengacu pada angka ini, terlihat dari jumlah jendela dan anak tangga yang masing-masing berjumlah 17.
Saat ini, Masjid 17 Purwokerto berada di bawah pembinaan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas. Mereka juga menginisiasi program “Forum Komunitas Takmir Masjid”, yang membantu takmir-takmir masjid lain dalam pengelolaan masjid.
Masjid ini menjalankan berbagai program yang mendukung masyarakat dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan keagamaan. Masjid 17 pernah menjadi pusat kajian agama Islam bagi warga Muhammadiyah di Banyumas dan sekitarnya, serta pusat pengkaderan anggota Muhammadiyah.
Dengan sejarah dan filosofi yang mendalam, Masjid 17 Purwokerto tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pengembangan umat, pendidikan, dan sosial di wilayah Banyumas.
Keberadaan masjid ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekitar dan menjadi teladan bagi masjid-masjid Muhammadiyah lainnya, baik dalam menjalankan peran sosial maupun keagamaan.(*)
(hbd)