Libur Nataru 2024 Beri Kontribusi Rp120 Triliun pada Perekonomian Nasional
Tim langit 7
Jum'at, 05 Januari 2024 - 09:00 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan momentum libur Natal 2023 dan tahun baru 2024 memberikan kontribusi Rp120 triliun terhadap perekonomian nasional.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan momentum libur Natal 2023 dan tahun baru 2024 memberikan kontribusi Rp120 triliun terhadap perekonomian nasional.
“Nataru ini dapat disampaikan data-data terbaru, jadi dengan pengelolaan daya tarik wisata yang baik dan akses yang luas, maka libur Nataru telah berjalan sesuai proyeksi dan ekspektasi, kita memproyeksikan sebesar Rp120 triliun terhadap perekonomian nasional,” kata Sandiaga dalam "The Weekly Brief With Sandi Uno", Rabu (3/1/2024).
Sandiaga menyampaikan, menurut perkiraan lonjakan pengunjung pada libur Nataru bisa mencapai 107 juta – 110 juta, mayoritas pengunjung melakukan aktivitas wisata.
“Kami melihat potensi perputaran untuk ekonomi dari akomodasi hotel mencapai total Rp108 miliar lebih, dihitung dari okupansi sekitar 70 persen selama 10 hari dengan jumlah kamar berdasarkan BPS sekitar 15.500, harga kamar sekitar Rp1 juta, maka proyeksi inilah yang menjadi acuan kita,” kata Sandiaga.
Baca juga:Sensasi Berlayar dengan Kapal Phinisi di Perairan Kepulauan Riau
Lebih lanjut, Menparekraf mengungkapkan survei pemantauan momen Nataru yang berlangsung pada 30 Desember 2023 – 15 Januari 2024, dimana dari 934 responden wisnus menunjukkan pergeseran profil wisnus saat momen Nataru.
Seperti, wisatawan nusantara memilih menginap di rumah saudara atau kerabat; durasi perjalanan wisata 1-1,5 jam, lebih dari 60 persen wisnus menggunakan kendaraan pribadi; dan wanita milenial mendominasi pelaku perjalanan wisnus.
“Nataru ini dapat disampaikan data-data terbaru, jadi dengan pengelolaan daya tarik wisata yang baik dan akses yang luas, maka libur Nataru telah berjalan sesuai proyeksi dan ekspektasi, kita memproyeksikan sebesar Rp120 triliun terhadap perekonomian nasional,” kata Sandiaga dalam "The Weekly Brief With Sandi Uno", Rabu (3/1/2024).
Sandiaga menyampaikan, menurut perkiraan lonjakan pengunjung pada libur Nataru bisa mencapai 107 juta – 110 juta, mayoritas pengunjung melakukan aktivitas wisata.
“Kami melihat potensi perputaran untuk ekonomi dari akomodasi hotel mencapai total Rp108 miliar lebih, dihitung dari okupansi sekitar 70 persen selama 10 hari dengan jumlah kamar berdasarkan BPS sekitar 15.500, harga kamar sekitar Rp1 juta, maka proyeksi inilah yang menjadi acuan kita,” kata Sandiaga.
Baca juga:Sensasi Berlayar dengan Kapal Phinisi di Perairan Kepulauan Riau
Lebih lanjut, Menparekraf mengungkapkan survei pemantauan momen Nataru yang berlangsung pada 30 Desember 2023 – 15 Januari 2024, dimana dari 934 responden wisnus menunjukkan pergeseran profil wisnus saat momen Nataru.
Seperti, wisatawan nusantara memilih menginap di rumah saudara atau kerabat; durasi perjalanan wisata 1-1,5 jam, lebih dari 60 persen wisnus menggunakan kendaraan pribadi; dan wanita milenial mendominasi pelaku perjalanan wisnus.