Cegah Nikah Dini, 1.000 Pelajar SMA Ikuti Bimbingan Remaja
Tim langit 7
Selasa, 09 Januari 2024 - 06:00 WIB
Seribu pelajar SMA se-Jabodetabek mengikuti Bimbingan Remaja Usia Sekolah Plus (BRUS) di Jakarta,
Seribu pelajar SMA se-Jabodetabek mengikuti Bimbingan Remaja Usia Sekolah Plus (BRUS+) di Jakarta, Minggu (7/1/2024). Kegiatan ini, menjadi bagian acara Devotion X (Dev-X) yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
Acara bertema "Siapkan Masa Depanmu, Rencanakan Nikahmu" itu menghadirkan narasumber sejumlah selebritis seperti komika Arafah Arianti, Zaskia Adya Mecca, pendakwah Habib Ja'far, dan Instruktur BRUS Kemenag, Paman Dodo.
Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah Kemenag, Agus Suryo Suripto, mengatakan, BRUS+ merupakan salah satu program Kementerian Agama untuk mencegah nikah dini. Ini, sekaligus menjadi sarana edukasi penyiapan karakter dan kepribadian remaja untuk menghadapi kehidupan
Suryo menyampaikan, edukasi ini penting untuk menyiapkan generasi emas 2045. Ada dua aspek penting yang perlu dipersiapkan sebelum menikah, yaitu kesadaran dalam mengelola diri dan penguatan keagamaan.
Baca juga:Kemenag Bantu 381 Madrasah di Daerah Tertinggal dan Perbatasan
"Pertama, persiapkan masa depan dengan membangun kesadaran dalam pengelolaan diri, setiap remaja mempunyai potensi diri harus bisa dikembangkan. Generasi muda punya masa depan yang harus diperjuangkan. Kedua, perkuat pendidikan agama, karena agama merupakan benteng dari pergaulan dan lingkungan sosial yang tidak baik," tegasnya.
Sementara itu, pendakwah Habib Ja'far mengatakan, pernikahan seharusnya dilakukan karena kesiapan, bukan karena dorongan nafsu belaka. Ia menekankan bahwa pengendalian nafsu seharusnya dilakukan melalui pengembangan potensi diri, bukan dengan menikah terlalu dini.
Acara bertema "Siapkan Masa Depanmu, Rencanakan Nikahmu" itu menghadirkan narasumber sejumlah selebritis seperti komika Arafah Arianti, Zaskia Adya Mecca, pendakwah Habib Ja'far, dan Instruktur BRUS Kemenag, Paman Dodo.
Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah Kemenag, Agus Suryo Suripto, mengatakan, BRUS+ merupakan salah satu program Kementerian Agama untuk mencegah nikah dini. Ini, sekaligus menjadi sarana edukasi penyiapan karakter dan kepribadian remaja untuk menghadapi kehidupan
Suryo menyampaikan, edukasi ini penting untuk menyiapkan generasi emas 2045. Ada dua aspek penting yang perlu dipersiapkan sebelum menikah, yaitu kesadaran dalam mengelola diri dan penguatan keagamaan.
Baca juga:Kemenag Bantu 381 Madrasah di Daerah Tertinggal dan Perbatasan
"Pertama, persiapkan masa depan dengan membangun kesadaran dalam pengelolaan diri, setiap remaja mempunyai potensi diri harus bisa dikembangkan. Generasi muda punya masa depan yang harus diperjuangkan. Kedua, perkuat pendidikan agama, karena agama merupakan benteng dari pergaulan dan lingkungan sosial yang tidak baik," tegasnya.
Sementara itu, pendakwah Habib Ja'far mengatakan, pernikahan seharusnya dilakukan karena kesiapan, bukan karena dorongan nafsu belaka. Ia menekankan bahwa pengendalian nafsu seharusnya dilakukan melalui pengembangan potensi diri, bukan dengan menikah terlalu dini.