Meski Kelelahan, Tim Medis di Gaza Terus Berjuang Menolong Korban Luka Akibat Genosida
Muhajirin
Ahad, 14 Januari 2024 - 17:00 WIB
Tim medis di Gaza terus berjuang menolong korban luka akibat genosida.
Puluhan korban luka setiap hari dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir Al-Balah, Jalur Gaza tengah. Petugas medis di sana tetap berusaha memberikan perawatan dan pertolongan pertama meski mengalami krisis obat-obatan, krisis peralatan, ruang perawatan, hingga kekurangan tim medis.
Dokter Khaled Abu Awamer mengatakan, persediaan medis di rumah sakit hampir habis. Selain itu, banyak petugas medis sudah mengungsi karena dipaksa oleh teroris Israel.
Di tengah keterbatasan itu, Abu Awamer sering menghadapi kasus-kasus yang tidak bisa ditangani lantaran tidak ada persediaan obat-obatan. Tidak ada yang bisa dilakukan dalam kondisi itu, selain memberikan perawatan seadanya.
Sejak 7 Oktober 2023, militer teroris Israel Israel telah melancarkan perang genosida yang menghancurkan di Gaza. Hal itu menyebabkan lebih dari 23 ribu syahid dan 60 ribu lebih korban luka.
Genosida itu juga merusak merusak infrastruktur secara besar-besaran dan menciptakan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
PBB telah memperingatkan tentang runtuhnya sistem kesehatan akibat kesulitan yang dihadapi oleh rumah sakit di Jalur Gaza, serta kondisi pengeboman yang dihadapi oleh tim medis di bawah pemadaman listrik, kekurangan pasokan air, dan kekurangan persediaan medis.
Sementara Abu Awamer berbicara, puluhan tim penyelamat tanpa henti mengevakuasi korban ke rumah sakit. Sementara, petugas medis menyiapkan perban untuk memberikan pertolongan pertama.
Dokter Khaled Abu Awamer mengatakan, persediaan medis di rumah sakit hampir habis. Selain itu, banyak petugas medis sudah mengungsi karena dipaksa oleh teroris Israel.
Di tengah keterbatasan itu, Abu Awamer sering menghadapi kasus-kasus yang tidak bisa ditangani lantaran tidak ada persediaan obat-obatan. Tidak ada yang bisa dilakukan dalam kondisi itu, selain memberikan perawatan seadanya.
Sejak 7 Oktober 2023, militer teroris Israel Israel telah melancarkan perang genosida yang menghancurkan di Gaza. Hal itu menyebabkan lebih dari 23 ribu syahid dan 60 ribu lebih korban luka.
Genosida itu juga merusak merusak infrastruktur secara besar-besaran dan menciptakan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
PBB telah memperingatkan tentang runtuhnya sistem kesehatan akibat kesulitan yang dihadapi oleh rumah sakit di Jalur Gaza, serta kondisi pengeboman yang dihadapi oleh tim medis di bawah pemadaman listrik, kekurangan pasokan air, dan kekurangan persediaan medis.
Sementara Abu Awamer berbicara, puluhan tim penyelamat tanpa henti mengevakuasi korban ke rumah sakit. Sementara, petugas medis menyiapkan perban untuk memberikan pertolongan pertama.