Lagi Ngetren, Ummat Islam Bangun Masjid seperti Candi
Fajar adhitya
Jum'at, 03 September 2021 - 04:10 WIB
Ilustrasi pembangunan masjid. (Foto: Istimewa)
Ummat Islam di Indonesia belum memahami konsep pembangunan masjid. Justru yang lagi ngetren sekarang, tempat ibadah ini seperti halnya candi-candi yang megah.
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir, menekankan agar masjid jangan sampai seperti candi. Secara fisik mewah, tapi tidak mensejahterakan jamaah dan masyarakat di sekitarnya.
Dia mengkritik pemanfaatan infak yang digunakan untuk memegahkan bangunan fisik masjid. Padahal dari pada untuk mempercantik masjid, lebih baik dananya digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Pak Nu'man, Arsitek Seribu Masjid dengan Ciri Desain Tanpa Kubah
"Kalau orang memasukkan infak ke masjid seharusnya sebesar-besarnya untuk masyarakat bukan untuk bangunan masjid. Kalau infak masjid hanya untuk bangunan sesungguhnya praktiknya meniru candi," katanya dalam webinar Langit7.id belum lama ini.
Ia menceritakan, di masa Hindu-Budha, sumbangan keagamaan digunakan untuk membangun tempat ibadah. Itulah mengapa Wangsa Syailendra dapat membangun Candi Borobudur yang kemegahannya sekarang hanya menjadi tujuan wisata.
"Demikian juga Wangsa Sanjaya membangun Candi Sewu, Prambanan itu megah sampai sekarang tapi rakyatnya miskin."
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir, menekankan agar masjid jangan sampai seperti candi. Secara fisik mewah, tapi tidak mensejahterakan jamaah dan masyarakat di sekitarnya.
Dia mengkritik pemanfaatan infak yang digunakan untuk memegahkan bangunan fisik masjid. Padahal dari pada untuk mempercantik masjid, lebih baik dananya digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Pak Nu'man, Arsitek Seribu Masjid dengan Ciri Desain Tanpa Kubah
"Kalau orang memasukkan infak ke masjid seharusnya sebesar-besarnya untuk masyarakat bukan untuk bangunan masjid. Kalau infak masjid hanya untuk bangunan sesungguhnya praktiknya meniru candi," katanya dalam webinar Langit7.id belum lama ini.
Ia menceritakan, di masa Hindu-Budha, sumbangan keagamaan digunakan untuk membangun tempat ibadah. Itulah mengapa Wangsa Syailendra dapat membangun Candi Borobudur yang kemegahannya sekarang hanya menjadi tujuan wisata.
"Demikian juga Wangsa Sanjaya membangun Candi Sewu, Prambanan itu megah sampai sekarang tapi rakyatnya miskin."