Tokoh Majelis Lintas Agama Serukan Pemilu Damai
Tim langit 7
Rabu, 17 Januari 2024 - 13:00 WIB
Tokoh majelis lintas agama menyerukan pemilu damai.
Sejumlah tokoh majelis lintas agama ikut menghadiri kegiatan Silaturrahim Nasional Pemilu Damai yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Grand Sahid Jaya Jakarta, Selasa (16/1/2024).
Para tokoh tersebut hadir dan ikut serta menyampaikan seruan perdamaian dan persatuan menghadapi gelaran Pemilu mendatang, di antaranya adalah Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom, Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia Antonius Subianto Bunjamin.
Di samping itu, hadir juga Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia, Philip Widjaja, dan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, XS Budi Santoso Tanuwibowo.
Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wisnu Bawa Tenaya menyampaikan, sejatinya Pemilu adalah sarana untuk memilih seorang pemimpin. Menurut dia, pemimpin adalah seorang leader untuk diteladani sekaligus seorang manager untuk mengatur bangsa ini.
Menghadapi Pemilu kali ini, dia mengajak umat untuk mengingat kembali lagu kebangsaan Indonesia Tiga Stanza. Menurutnya, umat harus memilih pemimpin yang jelas memiliki kejujuran, adil, dan dapat membawa perdamaian.
“Semua warga negara Indonesia ingin rasa aman, damai, sejahtera, dan bahagia. Maka untuk itu kita harus ingat lagu kebangsaan Indonesia Tiga Stanza,” serunya.
Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia, Philip Widjaja dengan jelas menyatakan sikap mendukung penuh komitmen adanya Pemilu yang damai, jujur, dan sejahtera.
Para tokoh tersebut hadir dan ikut serta menyampaikan seruan perdamaian dan persatuan menghadapi gelaran Pemilu mendatang, di antaranya adalah Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt Gomar Gultom, Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia Antonius Subianto Bunjamin.
Di samping itu, hadir juga Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia, Philip Widjaja, dan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia, XS Budi Santoso Tanuwibowo.
Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wisnu Bawa Tenaya menyampaikan, sejatinya Pemilu adalah sarana untuk memilih seorang pemimpin. Menurut dia, pemimpin adalah seorang leader untuk diteladani sekaligus seorang manager untuk mengatur bangsa ini.
Menghadapi Pemilu kali ini, dia mengajak umat untuk mengingat kembali lagu kebangsaan Indonesia Tiga Stanza. Menurutnya, umat harus memilih pemimpin yang jelas memiliki kejujuran, adil, dan dapat membawa perdamaian.
“Semua warga negara Indonesia ingin rasa aman, damai, sejahtera, dan bahagia. Maka untuk itu kita harus ingat lagu kebangsaan Indonesia Tiga Stanza,” serunya.
Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia, Philip Widjaja dengan jelas menyatakan sikap mendukung penuh komitmen adanya Pemilu yang damai, jujur, dan sejahtera.