Kisah Sukses Solikin M Juhro, Alumnus FEB Unair Jadi Asisten Gubernur BI
Tim langit 7
Sabtu, 20 Januari 2024 - 09:00 WIB
Dr Solikin M Juhro SE MAE MA, resmi diangkat sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia.Foto/Unair
Dr Solikin M Juhro SE MAE MA, resmi diangkat sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI). Alumnus Fakultas Ekonomi (sekarang Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Universitas Airlangga (Unair) 1986 ini sebelumnya menduduki jabatan sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI dan Kepala BI Institute.
“Sebagai Asisten Gubernur, tanggung jawab saya nanti seputar bidang perumusan Kebijakan Makroprudensial dan transformasi Bauran Kebijakan Bank Indonesia,” ujar pria kelahiran Surabaya, 10 Oktober 1967 tersebut.
Solikin mengatakan, jenjang karir yang dimiliki saat ini tidak lepas dari pendidikan yang ditempuhnya saat berkuliah di FE Unair. Selain disibukkan dengan kegiatan akademik hingga menjadi mahasiswa terbaik, Solikin aktif di beberapa organisasi kampus. Ia merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) hingga menjabat sebagai Wakil Ketua UKM Sepak Bola.
Dari kegiatan tersebut, secara tidak langsung, hardskill serta softskill-nya terlatih secara bersama. Hal itu membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih matang dan bijaksana dalam mengambil keputusan hingga bersosialisasi di tengah masyarakat. Bahkan pengalamannya dalam berorganisasi memiliki peran yang tidak sedikit dalam perjalanannya berkarier.
Baca juga:Fauzia, Muslimah Pertama Jabat Wali Kota Laurel Amerika
“Jadi saya merasa betul-betul menghayati peran sebagai mahasiswa saat kuliah yang membuat diri lebih matang dalam konteks pribadi maupun anggota kelompok,” kata alumnus Maryland University, Amerika Serikat tersebut.
Dalam hidup, Solikin memiliki motto tersendiri, yaitu no pain no gain, jer basuki mawa beya. Maknanya, seseorang tidak akan mencapai kebaikan atau kemuliaan jika tidak bekerja keras. Akan tetapi, semua hal itu harus dilandasi dengan nilai tulis dan memberikan usaha yang terbaik.
“Sebagai Asisten Gubernur, tanggung jawab saya nanti seputar bidang perumusan Kebijakan Makroprudensial dan transformasi Bauran Kebijakan Bank Indonesia,” ujar pria kelahiran Surabaya, 10 Oktober 1967 tersebut.
Solikin mengatakan, jenjang karir yang dimiliki saat ini tidak lepas dari pendidikan yang ditempuhnya saat berkuliah di FE Unair. Selain disibukkan dengan kegiatan akademik hingga menjadi mahasiswa terbaik, Solikin aktif di beberapa organisasi kampus. Ia merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) hingga menjabat sebagai Wakil Ketua UKM Sepak Bola.
Dari kegiatan tersebut, secara tidak langsung, hardskill serta softskill-nya terlatih secara bersama. Hal itu membuat dirinya menjadi pribadi yang lebih matang dan bijaksana dalam mengambil keputusan hingga bersosialisasi di tengah masyarakat. Bahkan pengalamannya dalam berorganisasi memiliki peran yang tidak sedikit dalam perjalanannya berkarier.
Baca juga:Fauzia, Muslimah Pertama Jabat Wali Kota Laurel Amerika
“Jadi saya merasa betul-betul menghayati peran sebagai mahasiswa saat kuliah yang membuat diri lebih matang dalam konteks pribadi maupun anggota kelompok,” kata alumnus Maryland University, Amerika Serikat tersebut.
Dalam hidup, Solikin memiliki motto tersendiri, yaitu no pain no gain, jer basuki mawa beya. Maknanya, seseorang tidak akan mencapai kebaikan atau kemuliaan jika tidak bekerja keras. Akan tetapi, semua hal itu harus dilandasi dengan nilai tulis dan memberikan usaha yang terbaik.