Anak-anak Gaza Tetap Menghafal Al-Qur'an di Kamp Pengungsian
Muhajirin
Ahad, 28 Januari 2024 - 19:00 WIB
ilustrasi
Jalur Gaza dikenal sebagai negeri para penghafal Al-Qur'an. Di tengah pembantaian yang dilakukan teroris Israel, warga Gaza yang kini bertahan di kamp-kamp pengungsian masih berbondong-bondong menghafal Al-Qur'an.
Aktivitas para peserta kelas hafalan Al-Qur'an tersebut diunggah jurnalis Palestina Rabie Noqaira. Sebagian besar peserta masih anak-anak dan perempuan. Mereka belajar membaca dan menghafal kitab suci umat Islam tersebut.
"Meskipun pendudukan Israel menghancurkan sebagian besar masjid di Jalur Gaza, lebih dari 70 pusat penghafalan Al-Qur'an didirikan di pusat-pusat penampungan di Kota Rafah, bagian selatan Jalur Gaza," tulis caption Instagram yang diunggah Rabie Noqaira, Jumat (26/1/2024).
Dilansir dari International Quran News Agency (IQNA), pusat-pusat Al-Qur'an di Jalur Gaza memang menyelenggarakan kelas membaca dan menghafal Al-Qur'an di tiap-tiap kamp-kamp pengungsi, termasuk di Rafah. Bahkan ada tenda khusus untuk kelas belajar Al-Qur'an.
Menurut Kepala Pusat Hafalan Al-Qur'an Dar al-Itqan di Rafah, Abdul Mata al-Akhras, ada 70 tenda hafalan Al-Qur'an di dalam kamp pengungsian maupun sekitar kota yang target siswanya untuk semua umur. Namun, sebagian besar diikuti oleh anak-anak dan perempuan.
Mahmoud Siam, siswa kelas tersebut yang masih berusia 7 tahun mengaku memilih menghabiskan waktu untuk menghafal Al-Qur'an di kamp pengungsian.
"Dengan mengikuti kelas belajar Al-Qur'an, aku berusaha memanfaatkan waktu luang sebaik-baiknya karena sudah lebih dari tiga bulan tidak bersekolah," kata dia.
Aktivitas para peserta kelas hafalan Al-Qur'an tersebut diunggah jurnalis Palestina Rabie Noqaira. Sebagian besar peserta masih anak-anak dan perempuan. Mereka belajar membaca dan menghafal kitab suci umat Islam tersebut.
"Meskipun pendudukan Israel menghancurkan sebagian besar masjid di Jalur Gaza, lebih dari 70 pusat penghafalan Al-Qur'an didirikan di pusat-pusat penampungan di Kota Rafah, bagian selatan Jalur Gaza," tulis caption Instagram yang diunggah Rabie Noqaira, Jumat (26/1/2024).
Dilansir dari International Quran News Agency (IQNA), pusat-pusat Al-Qur'an di Jalur Gaza memang menyelenggarakan kelas membaca dan menghafal Al-Qur'an di tiap-tiap kamp-kamp pengungsi, termasuk di Rafah. Bahkan ada tenda khusus untuk kelas belajar Al-Qur'an.
Menurut Kepala Pusat Hafalan Al-Qur'an Dar al-Itqan di Rafah, Abdul Mata al-Akhras, ada 70 tenda hafalan Al-Qur'an di dalam kamp pengungsian maupun sekitar kota yang target siswanya untuk semua umur. Namun, sebagian besar diikuti oleh anak-anak dan perempuan.
Mahmoud Siam, siswa kelas tersebut yang masih berusia 7 tahun mengaku memilih menghabiskan waktu untuk menghafal Al-Qur'an di kamp pengungsian.
"Dengan mengikuti kelas belajar Al-Qur'an, aku berusaha memanfaatkan waktu luang sebaik-baiknya karena sudah lebih dari tiga bulan tidak bersekolah," kata dia.