KH Afifuddin Muhajir: Panggilan ‘Gus’ Punya Keistimewaan Dibanding Titel Lain
Tim langit 7
Selasa, 30 Januari 2024 - 11:00 WIB
Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir
Wakil Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir mengungkapkan, panggilan 'Gus' memiliki keistimewaan dibanding panggilan titel lain.
Hal ini diungkapkannya saat menyapa Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (29/1/2024).
"Saya melihat bahwa Gus Yahya lebih terhormat daripada KH Yahya Cholil Staquf, sebagaimana Gus Dur dan Gus Mus," ungkapnya.
Kiai Afif mengungkapkan, sebuah maqalah ulama dikutip dari Kitab Jam'ul Jawami yang menyebutkan bahwa Ibnu Subkhi menyebut Syafi'i tanpa menggunakan sebutan 'Imam'.
Sementara menyebut dua orang pengikutnya Syafi'i dengan kata Imam yakni Imamul Haramain dan Imam Fakhruddin Ar Razi. Menurutnya, banyak orang yang bertanya-tanya tentang hal ini.
Baca juga:Dicolek Ditjen Pajak Usai Flexing Rumah Mewah, Ustaz Solmed: Insya Allah Saya Taat
"Orang yang kapasitasnya seperti As-Syafi'i, Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Annas, Imam Hambali, tak perlu dikasih Imam (di depan namanya)," jelasnya.
Hal ini diungkapkannya saat menyapa Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Bantul, DI Yogyakarta, Senin (29/1/2024).
"Saya melihat bahwa Gus Yahya lebih terhormat daripada KH Yahya Cholil Staquf, sebagaimana Gus Dur dan Gus Mus," ungkapnya.
Kiai Afif mengungkapkan, sebuah maqalah ulama dikutip dari Kitab Jam'ul Jawami yang menyebutkan bahwa Ibnu Subkhi menyebut Syafi'i tanpa menggunakan sebutan 'Imam'.
Sementara menyebut dua orang pengikutnya Syafi'i dengan kata Imam yakni Imamul Haramain dan Imam Fakhruddin Ar Razi. Menurutnya, banyak orang yang bertanya-tanya tentang hal ini.
Baca juga:Dicolek Ditjen Pajak Usai Flexing Rumah Mewah, Ustaz Solmed: Insya Allah Saya Taat
"Orang yang kapasitasnya seperti As-Syafi'i, Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Annas, Imam Hambali, tak perlu dikasih Imam (di depan namanya)," jelasnya.