Temui Ketua KPU, Gerakan Nurasi Bangsa Harap Pemilu 2024 Adil dan Transparan
Tim langit 7
Jum'at, 02 Februari 2024 - 07:00 WIB
Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang diprakarsai sejumlah tokoh bangsa menemui Ketua KPU Hasyim Asyari di Gedung KPU, Jakarta.Foto/ist
Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang diprakarsai sejumlah tokoh bangsa menemui Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (31/1/2024).
Sebelumnya, GNB bertemu dengan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada 11 Januari 2024 dan Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 14 Januari 2024
Para tokoh bangsa yang menemui Ketua KPU Hasyim Asy’ari itu antara lain istri Presiden Ke-4 Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Komaruddin Hidayat, Erry Riyana Hardjapamekas, Makarim Wibisono, dan Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid.
Menurut Komarudin Hidayat, pada pertemuan itu, GNB menyampaikan harapan aspirasi masyarakat bahwa pemilihan umum (pemilu) sangat strategis bagi kelangsungan kepemimpinan dan pembangunan bangsa.
Baca juga:Dipimpin Shinta Nuriyah, GNB Temui Wapres Minta Pemerintah Netral pada Pemilu 2024
Selain itu, pemilihan umum yang ditangani oleh KPU memiliki tanggung jawab moral historis yang mulia, tetapi sekaligus berat.
"Karena dari proses ini akan melahirkan tidak sekedar presiden, tetapi lebih dari presiden, pemimpin bangsa yang begitu besar yang punya kewajiban moral mengantarkan, melanjutkan pembangunan Indonesia ini," ujarnya.
Sebelumnya, GNB bertemu dengan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada 11 Januari 2024 dan Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 14 Januari 2024
Para tokoh bangsa yang menemui Ketua KPU Hasyim Asy’ari itu antara lain istri Presiden Ke-4 Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Komaruddin Hidayat, Erry Riyana Hardjapamekas, Makarim Wibisono, dan Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid.
Menurut Komarudin Hidayat, pada pertemuan itu, GNB menyampaikan harapan aspirasi masyarakat bahwa pemilihan umum (pemilu) sangat strategis bagi kelangsungan kepemimpinan dan pembangunan bangsa.
Baca juga:Dipimpin Shinta Nuriyah, GNB Temui Wapres Minta Pemerintah Netral pada Pemilu 2024
Selain itu, pemilihan umum yang ditangani oleh KPU memiliki tanggung jawab moral historis yang mulia, tetapi sekaligus berat.
"Karena dari proses ini akan melahirkan tidak sekedar presiden, tetapi lebih dari presiden, pemimpin bangsa yang begitu besar yang punya kewajiban moral mengantarkan, melanjutkan pembangunan Indonesia ini," ujarnya.