Jeddah Temukan 25.000 Artefak dari Era Awal Islam
Tim langit 7
Rabu, 07 Februari 2024 - 16:30 WIB
Program Distrik Bersejarah Jeddah, bekerja sama dengan Komisi Warisan, mengumumkan penemuan 25.000 artefak yang berasal dari dua abad pertama Hijriah
Program Distrik Bersejarah Jeddah, bekerja sama dengan Komisi Warisan, mengumumkan penemuan 25.000 artefak yang berasal dari dua abad pertama Hijriah, yakni abad ke-7 hingga ke-8 masehi.
Dilansir dari Saudi Press Agency (SPA), program pencarian artefak tersebut telah dimulai pada Januari 2020 dengan cara eksplorasi dan survei geofisika. Tujuannya adalah untuk menjelaskan pentingnya empat lokasi utama: Masjid Utsman bin Affan, Al-Kidwah, Al-Shona, yang merupakan bagian dari Tembok Utara. Upaya ini termasuk dalam lingkup Program Distrik Bersejarah Jeddah.
Penemuan artifak tersebut diumumkan sebagai bagian dari Proyek Kebangkitan Jeddah yang Bersejarah, yang diprakarsai oleh Putra Mahkota. Proyek ini bertujuan untuk melestarikan barang antik dan situs arkeologi nasional, mengungkap kekayaan sejarah kerajaan, dan mempromosikan Jeddah yang bersejarah sebagai tujuan budaya dan wisata, sejalan dengan Visi Saudi 2030.
Lebih lanjut, laporan hasil survei dan penggalian arkeologi menghasilkan temuan penting, antara lain 11.405 pecahan gerabah seberat 293 kg, 11.360 tulang hewan seberat 107 kg, 1.730 cangkang kerang seberat 32 kg, 685 bahan bangunan seberat 87 kg, 187 artefak kaca seberat 5 kg, dan 71 artefak logam seberat 7 kg. Berat gabungan dari temuan arkeologis ini adalah 531 kg; mereka adalah kontribusi berharga bagi penemuan arkeologi Arab Saudi.
Baca juga:Masjidil Haram Pasang 15 Perangkat Penyelamat Jiwa untuk Darurat Jantung
Secara rinci, penyelidikan arkeologi di Masjid Utsman bin Affan menemukan artefak yang berasal dari dua abad pertama Hijriah abad ke-7 hingga ke-8 masehi. Artefak-artefak ini, terutama pilar-pilar kayu hitam yang ditemukan di dekat Mihrab, diperiksa dan ditelusuri kembali ke Ceylon (sekarang Sri Lanka), pulau di Samudera Hindia, yang menunjukkan adanya hubungan perdagangan luas Jeddah yang bersejarah.
Penggalian di lokasi yang sama juga menemukan bejana dan pecahan keramik, termasuk porselen berkualitas tinggi, beberapa di antaranya berasal dari abad 16-19 masehi, dan pecahan tembikar yang lebih tua berasal dari era Abbasiyah.
Dilansir dari Saudi Press Agency (SPA), program pencarian artefak tersebut telah dimulai pada Januari 2020 dengan cara eksplorasi dan survei geofisika. Tujuannya adalah untuk menjelaskan pentingnya empat lokasi utama: Masjid Utsman bin Affan, Al-Kidwah, Al-Shona, yang merupakan bagian dari Tembok Utara. Upaya ini termasuk dalam lingkup Program Distrik Bersejarah Jeddah.
Penemuan artifak tersebut diumumkan sebagai bagian dari Proyek Kebangkitan Jeddah yang Bersejarah, yang diprakarsai oleh Putra Mahkota. Proyek ini bertujuan untuk melestarikan barang antik dan situs arkeologi nasional, mengungkap kekayaan sejarah kerajaan, dan mempromosikan Jeddah yang bersejarah sebagai tujuan budaya dan wisata, sejalan dengan Visi Saudi 2030.
Lebih lanjut, laporan hasil survei dan penggalian arkeologi menghasilkan temuan penting, antara lain 11.405 pecahan gerabah seberat 293 kg, 11.360 tulang hewan seberat 107 kg, 1.730 cangkang kerang seberat 32 kg, 685 bahan bangunan seberat 87 kg, 187 artefak kaca seberat 5 kg, dan 71 artefak logam seberat 7 kg. Berat gabungan dari temuan arkeologis ini adalah 531 kg; mereka adalah kontribusi berharga bagi penemuan arkeologi Arab Saudi.
Baca juga:Masjidil Haram Pasang 15 Perangkat Penyelamat Jiwa untuk Darurat Jantung
Secara rinci, penyelidikan arkeologi di Masjid Utsman bin Affan menemukan artefak yang berasal dari dua abad pertama Hijriah abad ke-7 hingga ke-8 masehi. Artefak-artefak ini, terutama pilar-pilar kayu hitam yang ditemukan di dekat Mihrab, diperiksa dan ditelusuri kembali ke Ceylon (sekarang Sri Lanka), pulau di Samudera Hindia, yang menunjukkan adanya hubungan perdagangan luas Jeddah yang bersejarah.
Penggalian di lokasi yang sama juga menemukan bejana dan pecahan keramik, termasuk porselen berkualitas tinggi, beberapa di antaranya berasal dari abad 16-19 masehi, dan pecahan tembikar yang lebih tua berasal dari era Abbasiyah.