Turki Bakal Ubah Gereja Ikonik Era Bizantium Jadi Masjid
Nabil
Senin, 12 Februari 2024 - 20:00 WIB
Sebuah gereja Ortodoks Yunani era Bizantium abad pertengahan di ?stanbul yang telah menjalani restorasi selama beberapa tahun akan dibuka sebagai masjid pada 23 Februari 2024
Dilansir dari Turkish Minute, Senin (12/2/2024), harian pro-pemerintah Yeni ?afak melaporkan bahwa sebuah gereja Ortodoks Yunani era Bizantium abad pertengahan di Istanbul yang telah menjalani restorasi selama beberapa tahun akan dibuka sebagai masjid pada 23 Februari 2024, hal ini sejalan dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Presiden Recep Tayyip Erdo?an pada tahun 2020.
Gereja tersebut bernama Gereja St. Juru Selamat (Saviour) dalam bahasa Chora dan “Kariye” dalam bahasa Turki, dimana pada Agustus 2020 Erdo?an sempat membuat keputusan presiden yang mengharuskan Gereja yang berlokasi di lingkungan Fatih di Istanbul ini dialihkan ke Direktorat Urusan Agama untuk dibuka sebagai masjid, dimana sebelumnya digunakan oleh Kementerian Pendidikan sebagai museum.
Sebagai informasi, gereja tersebut sempat berfungsi sebagai masjid selama era Ottoman setelah penaklukan ?stanbul pada tahun 1453. Kemudian gereja ini diubah menjadi museum berdasarkan keputusan Kabinet pada tahun 1945 setelahnya.
Gereja tersebut terletak di dekat tembok kota kuno ?stanbul, terkenal dengan mosaik dan lukisan dindingnya yang rumit. Bangunan ini dibangun pada abad keempat, meskipun bangunannya mulai terlihat seperti pada abad ke-11 hingga ke-12.
Baca juga:Saudi Bukan Pendaftaran Haji 2024 Khusus Domestik
Setelah sempat menjadi museum, pengadilan Turki pada 2019 mengubah status gereja tersebut menjadi masjid.
Pengalihfungsian Gereja Chora sempat tertunda, dikarenakan pada Juli 2020, Erdo?an mengeluarkan dekrit lain yang memperkirakan konversi Hagia Sophia, sebuah katedral ikonik dengan sejarah lebih dari 1.500 tahun, dari museum menjadi masjid. Langkah ini sempat menuai kritik internasional.
Gereja tersebut bernama Gereja St. Juru Selamat (Saviour) dalam bahasa Chora dan “Kariye” dalam bahasa Turki, dimana pada Agustus 2020 Erdo?an sempat membuat keputusan presiden yang mengharuskan Gereja yang berlokasi di lingkungan Fatih di Istanbul ini dialihkan ke Direktorat Urusan Agama untuk dibuka sebagai masjid, dimana sebelumnya digunakan oleh Kementerian Pendidikan sebagai museum.
Sebagai informasi, gereja tersebut sempat berfungsi sebagai masjid selama era Ottoman setelah penaklukan ?stanbul pada tahun 1453. Kemudian gereja ini diubah menjadi museum berdasarkan keputusan Kabinet pada tahun 1945 setelahnya.
Gereja tersebut terletak di dekat tembok kota kuno ?stanbul, terkenal dengan mosaik dan lukisan dindingnya yang rumit. Bangunan ini dibangun pada abad keempat, meskipun bangunannya mulai terlihat seperti pada abad ke-11 hingga ke-12.
Baca juga:Saudi Bukan Pendaftaran Haji 2024 Khusus Domestik
Setelah sempat menjadi museum, pengadilan Turki pada 2019 mengubah status gereja tersebut menjadi masjid.
Pengalihfungsian Gereja Chora sempat tertunda, dikarenakan pada Juli 2020, Erdo?an mengeluarkan dekrit lain yang memperkirakan konversi Hagia Sophia, sebuah katedral ikonik dengan sejarah lebih dari 1.500 tahun, dari museum menjadi masjid. Langkah ini sempat menuai kritik internasional.