home global news

Soal Dugaan Kecurangan Pilpres 2024, Buya Yahya Singgung Hal Ini

Senin, 19 Februari 2024 - 21:00 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Maarif (Buya Yahya).
Usai hari pencoblosan pada Rabu, 14 September 2024 dugaan kecurangan pemilihan presiden (pilpres) menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Publik menyoroti adanya perbedaan perolehan angka suara dari formulis C dengan unggahan di Sirekap. Kondisi ini disebut menguntungkan salah satu pihak, sekaligus merugikan paslon lain.

Menanggapi hal itu, ulama KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya mengatakan, orang yang mengubah angka suara maka orang tersebut telah berdusta.

Meski, tambahnya, tindakan tersebut dilakukan untuk memenangkan calon yang dianggap baik dan jujur.

Baca juga:Budaya Politik Indonesia Cenderung pada Harmoni, Namun Oposisi Tetap Dibutuhkan

"Kalau cara Anda dengan berdusta merubah angka, Anda berbohong. Berarti Anda sudah bukan karena Allah membelanya. Orang-orang seperti itu nggak akan bisa menjadi pembela pemimpin yang benar. Biar pun pemimpinnya benar," kata Buya Yahya dikutip dari chanel Youtube Al Bahjah TV, Senin (19/2/2024).

"Anggap saja calonnya dua, yang satu Firaur, satu Musa. Kalaupun Anda membela Nabi Musa namun dengan cara berbohong, Anda bukan lagi karena Allah," sambungnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pemilu 2024 pilpres 2024 buya yahya kecurangan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya