Rektor UM Surabaya Ingatkan Soal Post Election Stress Disorder Usai Pemilu
Tim langit 7
Ahad, 25 Februari 2024 - 15:00 WIB
Rektor UM Surabaya Sukadiono
Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Sukadiono menyebut pasca pemilu pendukung paslon atau timses yang cenderung fanatik rentan alami Post Election Stress Disorder (PEST).
Suko, panggilan Sukadiono yang juga seorang dokter menjelaskan Post Election Stress Disorder (PEST) atau stres pasca pemilu adalah kondisi gangguan kesehatan mental yang tidak hanya bisa menyerang para politisi yang berkontestasi, tapi juga para pendukungnya.
“PEST melibatkan kecemasan yang ditandai dengan perasaan putus asa atau ketakutan setelah berakhirnya pemilu politik yang kritis,” ujar Suko.
Baca juga:Tiket Angkutan Lebaran di KAI Daop 8 Surabaya Terjual 33.130 Kursi
Menurutnya, PEST bukan penyakit mental yang didefinisikan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5-TR). Ia menjelaskan Post Election Stress Disorder sering kali terjadi setelah pemilu presiden atau legislatif, namun bisa juga terjadi pada pemilu lainnya dimana seseorang merasa terikat secara emosional.
Suko menjelaskan, ada beberapa gejala Post Election Stress Disorder beberapa diantaranya meningkatnya kecemasan, serangan panik, ketakutan akan masa depan, kemarahan yang tidak terkendali, pikiran negatif yang terus berputar tanpa henti.
Suko, panggilan Sukadiono yang juga seorang dokter menjelaskan Post Election Stress Disorder (PEST) atau stres pasca pemilu adalah kondisi gangguan kesehatan mental yang tidak hanya bisa menyerang para politisi yang berkontestasi, tapi juga para pendukungnya.
“PEST melibatkan kecemasan yang ditandai dengan perasaan putus asa atau ketakutan setelah berakhirnya pemilu politik yang kritis,” ujar Suko.
Baca juga:Tiket Angkutan Lebaran di KAI Daop 8 Surabaya Terjual 33.130 Kursi
Menurutnya, PEST bukan penyakit mental yang didefinisikan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5-TR). Ia menjelaskan Post Election Stress Disorder sering kali terjadi setelah pemilu presiden atau legislatif, namun bisa juga terjadi pada pemilu lainnya dimana seseorang merasa terikat secara emosional.
Suko menjelaskan, ada beberapa gejala Post Election Stress Disorder beberapa diantaranya meningkatnya kecemasan, serangan panik, ketakutan akan masa depan, kemarahan yang tidak terkendali, pikiran negatif yang terus berputar tanpa henti.