Rakor Pengendalian Inflasi Pangan Jawa Sinergikan Tiga Strategi Utama
Tim langit 7
Rabu, 28 Februari 2024 - 06:00 WIB
Pj. Gubernur Provinsi Jatim, Adhy Karyono (dua kiri) di sela Rakorpusda Pengendalian Inflasi Jawa di Malang, Selasa (27/2/2024).
Mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur sebagai koordinator wilayah Jawa terus berkomitmen untuk bersinergi dalam menjaga stabilitas inflasi Jawa.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui gelaran Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) Pengendalian Inflasi Jawa di Malang, Selasa (27/2/2024). Rakor mengambil tema Menjaga Momentum Inflasi Jawa yang Terkendali Melalui Sinergi Program Pengendalian Inflasi Daerah”.
Sinergi program pengendalian inflasi yang disepakati dalam Rakorpusda tersebut difokuskan pada 3 komoditas utama yakni, beras, aneka cabai, dan bawang merah serta terdapat 11 daerah prioritas, yaitu : DKI Jakarta (Jakarta Pusat), Semarang, Bandung, Bekasi, Madiun, Sumenep, Kediri, Malang, Jember, Banyuwangi, dan Surabaya.
Baca juga:MUI Persilahkan Umrah Backpaker Namun Tetap Jaga Nama Indonesia
Rakorpusda dibuka oleh Pj. Gubernur Provinsi Jatim, Adhy Karyono, dilanjutkan dengan sambutan oleh Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jatim, Bandoe Widiarto yang sekaligus memimpin jalannya diskusi Rakorpusda.
Deputi Kepala Perwakilan KPwBI Provinsi Jatim, M. Noor Nugroho menyampaikan materi terkait outlook inflasi dan potensi risiko kedepan yang perlu diwaspadai di wilayah Jawa.
Selanjutnya Deputi Kemenko Perekonomian RI, Ferry Irawan dan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Batara Siagian masing-masing memaparkan tentang strategi program pengendalian inflasi secara nasional tahun 2024 dan penguatan program peningkatan produktivitas komoditas ketahanan pangan.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui gelaran Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) Pengendalian Inflasi Jawa di Malang, Selasa (27/2/2024). Rakor mengambil tema Menjaga Momentum Inflasi Jawa yang Terkendali Melalui Sinergi Program Pengendalian Inflasi Daerah”.
Sinergi program pengendalian inflasi yang disepakati dalam Rakorpusda tersebut difokuskan pada 3 komoditas utama yakni, beras, aneka cabai, dan bawang merah serta terdapat 11 daerah prioritas, yaitu : DKI Jakarta (Jakarta Pusat), Semarang, Bandung, Bekasi, Madiun, Sumenep, Kediri, Malang, Jember, Banyuwangi, dan Surabaya.
Baca juga:MUI Persilahkan Umrah Backpaker Namun Tetap Jaga Nama Indonesia
Rakorpusda dibuka oleh Pj. Gubernur Provinsi Jatim, Adhy Karyono, dilanjutkan dengan sambutan oleh Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jatim, Bandoe Widiarto yang sekaligus memimpin jalannya diskusi Rakorpusda.
Deputi Kepala Perwakilan KPwBI Provinsi Jatim, M. Noor Nugroho menyampaikan materi terkait outlook inflasi dan potensi risiko kedepan yang perlu diwaspadai di wilayah Jawa.
Selanjutnya Deputi Kemenko Perekonomian RI, Ferry Irawan dan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Batara Siagian masing-masing memaparkan tentang strategi program pengendalian inflasi secara nasional tahun 2024 dan penguatan program peningkatan produktivitas komoditas ketahanan pangan.