Stop Kekerasan Santri, RMI-PWNU Jatim Lakukan Pendampingan Kasus Kediri
Tim langit 7
Sabtu, 02 Maret 2024 - 18:00 WIB
RMI-PWNU Jatim Lakukan Pendampingan Kasus Kediri
Kekerasan di lingkungan pondok pesantren menjadi keprihatinan di kalangan Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma'ahidil Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Ketua RMI PWNU Jawa Timur, K.H. M. Iffatul Lathoif, menegaskan pihaknya menyatakan keprihatinannya atas kasus kekerasan yang menimpa santri di salah satu pesantren di Kediri. Untuk itu, pihaknya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga korban.
"RMI PWNU Jatim mengawal pendampingan korban, tersangka dan pesantren sampai suasana kembali kondusif. Dengan mengoptimalkan fungsi Satgas Pesantren Ramah Santri," tutur Gus Thoif, panggilan akrabnya, dalam keterangan pers, Sabtu 2 Februari 2024.
Baca juga:PBNU Minta Pengasuh Pesantren Teken Janji Perlindungan untuk Cegah Kekerasan Santri
Gus Thoif, mengimbau kepada seluruh masyarakat santri, terkhusus pondok pesantren di bawah naungan RMI, untuk melakukan doa bersama bagi Bintang Balqis Maulana (14 tahun) yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan di pesantren di Kediri pada 23 Februari 2024.
Eksistensi Pesantren
Ketua RMI PWNU Jawa Timur, K.H. M. Iffatul Lathoif, menegaskan pihaknya menyatakan keprihatinannya atas kasus kekerasan yang menimpa santri di salah satu pesantren di Kediri. Untuk itu, pihaknya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga korban.
"RMI PWNU Jatim mengawal pendampingan korban, tersangka dan pesantren sampai suasana kembali kondusif. Dengan mengoptimalkan fungsi Satgas Pesantren Ramah Santri," tutur Gus Thoif, panggilan akrabnya, dalam keterangan pers, Sabtu 2 Februari 2024.
Baca juga:PBNU Minta Pengasuh Pesantren Teken Janji Perlindungan untuk Cegah Kekerasan Santri
Gus Thoif, mengimbau kepada seluruh masyarakat santri, terkhusus pondok pesantren di bawah naungan RMI, untuk melakukan doa bersama bagi Bintang Balqis Maulana (14 tahun) yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan di pesantren di Kediri pada 23 Februari 2024.
Eksistensi Pesantren