Sunarso, Dirut BRI Disebut Presiden-Menkeu Calon Dapat Nobel
Sururi al faruk
Kamis, 07 Maret 2024 - 17:30 WIB
Dirut BRI Sunarso
Ada yang istimewa saat Menkeu Sri Mulyani datang ke BRI. Menkeu terbaik yang hadir dalam acara BRI Microfinance Outlook 2004 ini, dalam sambutannya, Bendahara Negara ini mengawali menyapa Dirut BRI Sunarso dengan sebutan calon penerima Nobel.
Sontak para peserta yang hadir dalam acara tersebut yang tak lain adalah manajemen dan karyawan BRI, terkejut sekaligus bangga karena pimpinannya disebut sebut oleh Menteri Keuangan sebagai kandidat penerima Nobel. Sunarso pun yang disebut mengangguk dan mengamini karena apa yang disampaikan Sri Mulyani tak ubahnya sebuah doa.
Baca juga:Tumbuh Solid dan Berkelanjutan, Laba BCA Syariah 2023 Capai Rp153,8 Miliar
Menurut Sri Mulyani, Sunarso pantas mendapatkan hadiah Nobel karena, anak perusahaan BRI, PNM Mekar (Membina Ekonomi Keluarga), memiliki 15 juta nasabah.
Sementara pendiri Grameen Bank, Muhammad Yunus dari Bangladesh hanya memiliki 6,5 juta nasabah. Tetapi sudah mendapatkan Nobel. Menurut Presiden Jokowi yang hadir di acara yang sama berharap ada pihak pihak yang mengurus dan memperjuangkan BRI untuk bisa mendapatkan Nobel. “Sudah pantas Dirut BRI dapat Nobel,’’ kata Jokowi.
Menurut Sri Mulyani, saat ini masih ada 29,2 juta UMKM yang belum mendapatkan akses perbankan.Ia berharap BRI bisa masuk. “Jika berhasil tentunya nasabah PNM Mekar ini akan bertambah besar dan angkanya bisa mencapai 45 juta,” ujar mantan Direktur Bank Dunia ini.
Sontak para peserta yang hadir dalam acara tersebut yang tak lain adalah manajemen dan karyawan BRI, terkejut sekaligus bangga karena pimpinannya disebut sebut oleh Menteri Keuangan sebagai kandidat penerima Nobel. Sunarso pun yang disebut mengangguk dan mengamini karena apa yang disampaikan Sri Mulyani tak ubahnya sebuah doa.
Baca juga:Tumbuh Solid dan Berkelanjutan, Laba BCA Syariah 2023 Capai Rp153,8 Miliar
Menurut Sri Mulyani, Sunarso pantas mendapatkan hadiah Nobel karena, anak perusahaan BRI, PNM Mekar (Membina Ekonomi Keluarga), memiliki 15 juta nasabah.
Sementara pendiri Grameen Bank, Muhammad Yunus dari Bangladesh hanya memiliki 6,5 juta nasabah. Tetapi sudah mendapatkan Nobel. Menurut Presiden Jokowi yang hadir di acara yang sama berharap ada pihak pihak yang mengurus dan memperjuangkan BRI untuk bisa mendapatkan Nobel. “Sudah pantas Dirut BRI dapat Nobel,’’ kata Jokowi.
Menurut Sri Mulyani, saat ini masih ada 29,2 juta UMKM yang belum mendapatkan akses perbankan.Ia berharap BRI bisa masuk. “Jika berhasil tentunya nasabah PNM Mekar ini akan bertambah besar dan angkanya bisa mencapai 45 juta,” ujar mantan Direktur Bank Dunia ini.