Kenal Wanita Indonesia Berhijab, Atheis Kanada Ikrar Masuk Islam di Masjid Al-Akbar
Tim langit 7
Selasa, 19 Maret 2024 - 10:00 WIB
WNA asal Kanada, Sean Adam Duplessis (53), mengikrarkan diri masuk Islam di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya
WNA asal Kanada, Sean Adam Duplessis (53), mengikrarkan diri masuk Islam di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS). Pria atheis ini membaca dua kalimat syahadat dibimbing Ketua BPP MAS DR KHM Sudjak MAg, Senin (17/3/2024).
“Dengan kesadaran sendiri, saya menyatakan memeluk agama Islam dengan Asyhaduan Laa Ilaaha illa Allah, wa Asyhadu anna Muhammad Rasulullah,” ujar laki-laki kelahiran Kanada, Amerika pada 31 Agustus 1971 itu.
Ia mengaku tertarik karena mengenal Islam dari seorang warga Indonesia bernama Shara C. Dwi yang berada di Amerika dengan memakai hijab/jilbab.
Baca juga:Mualaf, Rapper AS Lil Jon Bersyahadat di Masjid Raja Fahad Los Angeles
“Setahun lalu, saya mengenal Shara, saya sempat bertanya kenapa pakai hijab, lalu saya menjadi tahu agama Islam, akhirnya saya tertarik mempelajari Islam lebih dalam,” katanya.
Dalam ikrar itu, KHM Sudjak MAg selalu pembimbing pun memberi motivasi WNA Australia itu sebagai muallaf agar beragama secara konsekuen, bukan sesaat.
“Kalau masuk Islam hanya untuk sementara, sebaiknya tidak masuk Islam saja. Jadi, saudara bukan hanya masuk Islam 1-2 tahun saja kan,” tanya Sudjak. “Forever (selamanya),” jawab Adam.
“Dengan kesadaran sendiri, saya menyatakan memeluk agama Islam dengan Asyhaduan Laa Ilaaha illa Allah, wa Asyhadu anna Muhammad Rasulullah,” ujar laki-laki kelahiran Kanada, Amerika pada 31 Agustus 1971 itu.
Ia mengaku tertarik karena mengenal Islam dari seorang warga Indonesia bernama Shara C. Dwi yang berada di Amerika dengan memakai hijab/jilbab.
Baca juga:Mualaf, Rapper AS Lil Jon Bersyahadat di Masjid Raja Fahad Los Angeles
“Setahun lalu, saya mengenal Shara, saya sempat bertanya kenapa pakai hijab, lalu saya menjadi tahu agama Islam, akhirnya saya tertarik mempelajari Islam lebih dalam,” katanya.
Dalam ikrar itu, KHM Sudjak MAg selalu pembimbing pun memberi motivasi WNA Australia itu sebagai muallaf agar beragama secara konsekuen, bukan sesaat.
“Kalau masuk Islam hanya untuk sementara, sebaiknya tidak masuk Islam saja. Jadi, saudara bukan hanya masuk Islam 1-2 tahun saja kan,” tanya Sudjak. “Forever (selamanya),” jawab Adam.