Dampak Gempa M6.5 di Tuban, Ratusan Pasien RSUA Dievakuasi
Tim langit 7
Sabtu, 23 Maret 2024 - 05:33 WIB
Pasien Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) mendapat perawatan di halaman rumah sakit akibat adanya gempa bumi M6,5 di Tuban, Jumat (22/3/2024).Foto/ist
Ratusan pasien Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya terpaksa dievakuasi ke halamman rumah sakit, Jumat (22/3/2024) malam.
Gempa susulan magnitudo 6,5 yang terjadi di wilayah perairan Tuban, Jawa Timur membawa dampak cukup serius RSUA, khususnya di gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI, bukan RSUA).
Rumah sakit di kompleks Kampus C MERR tersebut mengalami kerusakan di sisi luar dan sambungan antarbagian. Bahkan ratusan pasien dievakuasi ke halaman rumah sakit untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
Baca juga:Gempa M6,1 Guncang Tuban, Getaran Terasa hingga Surabaya
Kondisi di lapangan, ratusan pasien laki-laki maupun perempuan nampak berjajar di halaman rumah sakit. Para pasien masih terpasang infus dan tetap berada di hospital bed atau kasur perawatan pasien.
Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (KPIP) Unair, dr Martha Kurnia membenarkan bahwa RSUA terkena dampak gempa Tuban, yakni ditemukan adanya kerusakan nonstruktur di gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI, bukan RSUA) di sisi luar dan sambungan antarbagian.
"Gedung RSKI selama ini lebih banyak dipakai untuk aktivitas riset sehingga minim pasien," kata Martha melalui keterangan resminya, Sabtu (23/3/2024).
Gempa susulan magnitudo 6,5 yang terjadi di wilayah perairan Tuban, Jawa Timur membawa dampak cukup serius RSUA, khususnya di gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI, bukan RSUA).
Rumah sakit di kompleks Kampus C MERR tersebut mengalami kerusakan di sisi luar dan sambungan antarbagian. Bahkan ratusan pasien dievakuasi ke halaman rumah sakit untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
Baca juga:Gempa M6,1 Guncang Tuban, Getaran Terasa hingga Surabaya
Kondisi di lapangan, ratusan pasien laki-laki maupun perempuan nampak berjajar di halaman rumah sakit. Para pasien masih terpasang infus dan tetap berada di hospital bed atau kasur perawatan pasien.
Ketua Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (KPIP) Unair, dr Martha Kurnia membenarkan bahwa RSUA terkena dampak gempa Tuban, yakni ditemukan adanya kerusakan nonstruktur di gedung Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI, bukan RSUA) di sisi luar dan sambungan antarbagian.
"Gedung RSKI selama ini lebih banyak dipakai untuk aktivitas riset sehingga minim pasien," kata Martha melalui keterangan resminya, Sabtu (23/3/2024).