Pentingnya Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi Saat Berpuasa
Tim langit 7
Selasa, 26 Maret 2024 - 10:00 WIB
ilustrasi
Menjaga kesehatan mulut penting dilakukan, khususnya saat berpuasa. Mulut manusia mengandung banyak bakteri dan jamur. Tanpa disadari, selama makan manusia memberikan nutrisi yang dibutuhkan bakteri dan jamur tersebut.
Hal ini bisa lebih buruk lagi ketika terdapat gigi berlubang. “Di dalam mulut terdapat banyak sekali mikroorganisme bahkan dalam mulut yang sehat sekalipun. Apalagi kalo mulut yang tidak sehat seperti gigi berlubang,” ujar Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair), Dr Desiana Radithia drg Sp PM Subsp inf(K).
Saat berpuasa manusia akan membunuh mikroorganisme yang berada di mulut. Selama berpuasa durasi jeda makan manusia akan meningkat. Mikroorganisme akan kehilangan nutrisi yang mereka butuhkan dan kemudian mati. Selama berpuasa produksi air liur juga akan menurun sehingga kondisinya menjadi asam.
“Dengan berpuasa jeda makan akan semakin lama. Jadi mikroorganisme akan kehilangan asupan makanan yang continue. sehingga jumlah mereka akan menurun karena mati,” tuturnya.
Baca juga:Rokok Elektrik Berbahaya Bagi Kesehatan: Kecanduan hingga Kerusakan Paru Permanen
Namun, produksi air liur yang berkurang juga memiliki dampak negatif. Dia menerangkan berkurangnya air liur juga menyebabkan mulut kering, bibir pecah-pecah serta bau yang tidak sedap. “Air liur itu seperti pedang bermata dua, dapat menguntungkan dapat merugikan,” lanjutnya.
Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi
Hal ini bisa lebih buruk lagi ketika terdapat gigi berlubang. “Di dalam mulut terdapat banyak sekali mikroorganisme bahkan dalam mulut yang sehat sekalipun. Apalagi kalo mulut yang tidak sehat seperti gigi berlubang,” ujar Dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair), Dr Desiana Radithia drg Sp PM Subsp inf(K).
Saat berpuasa manusia akan membunuh mikroorganisme yang berada di mulut. Selama berpuasa durasi jeda makan manusia akan meningkat. Mikroorganisme akan kehilangan nutrisi yang mereka butuhkan dan kemudian mati. Selama berpuasa produksi air liur juga akan menurun sehingga kondisinya menjadi asam.
“Dengan berpuasa jeda makan akan semakin lama. Jadi mikroorganisme akan kehilangan asupan makanan yang continue. sehingga jumlah mereka akan menurun karena mati,” tuturnya.
Baca juga:Rokok Elektrik Berbahaya Bagi Kesehatan: Kecanduan hingga Kerusakan Paru Permanen
Namun, produksi air liur yang berkurang juga memiliki dampak negatif. Dia menerangkan berkurangnya air liur juga menyebabkan mulut kering, bibir pecah-pecah serta bau yang tidak sedap. “Air liur itu seperti pedang bermata dua, dapat menguntungkan dapat merugikan,” lanjutnya.
Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi