Cerita Unik Dakwah Gus Mus di Pusat Bramacorah hingga Lokalisasi
Tim langit 7
Rabu, 27 Maret 2024 - 10:00 WIB
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.Foto/dok
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Mustofa Bisri (Gus Mus) mengisahkan pengalamannya yang unik di berbagai tempat yang menampilkan realitas sosial beragam.
Salah satu pengalaman yang mencolok adalah ketika Gus Mus berdakwah di pusat rehabilitasi bagi narapidana.
"Saya pernah mendatangi pusatnya bramacorah. Isinya ya mantan maling, rampok dan sebagainya. Jadi, yang baca Qur'an diambil dari luar kota, yang jadi pembawa acara juga diambil dari luar kota," ujarnya dalam tayangan di Kanal Youtube NU Online.
Kala itu, Gus Mus harus berdakwah di hadapan para jamaah dengan perangai yang unik, termasuk ada jamaah yang membawa benda tajam. "Saya pidato itu naik meja yang hadir ada yang jongkok, ada yang duduk, ada yang berdiri di depan saya sambil membawa golok, mengawasi kalau salah bicara sedikit saja mungkin akan dibacok," ungkapnya.
Baca juga:Selamat! 1.556 Calon Mahasiswa ITS Lolos Jalur SNBP 2024
Cerita lain yang tak kalah menarik adalah saat Gus Mus diundang untuk memberikan dakwah di lokalisasi. Saat ia sedang ceramah, beberapa jamaah yang hadir tampak mengenakan busana mini dan melakukan aktivitas yang tak biasa.
"Pidato, tetapi hadirinnya ada yang hanya memakai kutang. Ada yang sambil mencari kutu. Wah, habis saya. Itu yang paling berkesan," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin itu.
Salah satu pengalaman yang mencolok adalah ketika Gus Mus berdakwah di pusat rehabilitasi bagi narapidana.
"Saya pernah mendatangi pusatnya bramacorah. Isinya ya mantan maling, rampok dan sebagainya. Jadi, yang baca Qur'an diambil dari luar kota, yang jadi pembawa acara juga diambil dari luar kota," ujarnya dalam tayangan di Kanal Youtube NU Online.
Kala itu, Gus Mus harus berdakwah di hadapan para jamaah dengan perangai yang unik, termasuk ada jamaah yang membawa benda tajam. "Saya pidato itu naik meja yang hadir ada yang jongkok, ada yang duduk, ada yang berdiri di depan saya sambil membawa golok, mengawasi kalau salah bicara sedikit saja mungkin akan dibacok," ungkapnya.
Baca juga:Selamat! 1.556 Calon Mahasiswa ITS Lolos Jalur SNBP 2024
Cerita lain yang tak kalah menarik adalah saat Gus Mus diundang untuk memberikan dakwah di lokalisasi. Saat ia sedang ceramah, beberapa jamaah yang hadir tampak mengenakan busana mini dan melakukan aktivitas yang tak biasa.
"Pidato, tetapi hadirinnya ada yang hanya memakai kutang. Ada yang sambil mencari kutu. Wah, habis saya. Itu yang paling berkesan," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin itu.