ISNU Jatim Optimistis Jawa Timur Jadi Pusat Halal Nasional
Tim langit 7
Kamis, 28 Maret 2024 - 15:00 WIB
Ketua PW ISNU Jatim Prof Masud Said.
Potensi produk halal di Jawa Timur (Jatim) sangat besar. Melihat itu, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim menargetkan provinsi ini bisa menjadi "Central Halal Nasional" pada 2027.
Menurut Ketua ISNU Jatim Prof Mas’ud Said mengungkapkan Jatim memiliki 6.864 pesantren dengan jumlah santri jutaan. "Selain itu Indonesia memiliki 9,7 juta UMKM. Bahkan Indonesia sudah memiliki UU Industri Halal," katanya saat di kantor PWNU Jatim, Rabu (27/3/2024).
Prof Mas'ud menandaskan Khofifah Indar Parawansa selama menjadi Gubernur Jatim 2019-2024 telah mengembangkan potensi produk di kalangan pesantren.
Baca juga:Menag Yaqut Apresiasi BWI Kembangkan Wakaf Produktif
"Beliau membuat program 'One Product One Pesantren' atau OPOP yang diikuti 1.200-an dari 6.864 pesantren di Jatim, dengan menghasilkan 2.500 jenis produk. Santri itu butuh produk halal, jadi potensi industri halal itu besar," ujarnya.
Menurut Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini, kehalalan merupakan keharusan berdasarkan siklus halal di Indonesia yang potensinya dinilai begitu besar, mulai dari produsen, konsumen, dan mediator atau pedagang.
"Bagi bangsa Indonesia yang berpenduduk Muslim terbesar, kehalalan adalah keharusan. Mau keluar negeri pun selalu mencari makanan halal, perbankan pun syariah, jadi halal itu ceruk yang besar," urainya.
Menurut Ketua ISNU Jatim Prof Mas’ud Said mengungkapkan Jatim memiliki 6.864 pesantren dengan jumlah santri jutaan. "Selain itu Indonesia memiliki 9,7 juta UMKM. Bahkan Indonesia sudah memiliki UU Industri Halal," katanya saat di kantor PWNU Jatim, Rabu (27/3/2024).
Prof Mas'ud menandaskan Khofifah Indar Parawansa selama menjadi Gubernur Jatim 2019-2024 telah mengembangkan potensi produk di kalangan pesantren.
Baca juga:Menag Yaqut Apresiasi BWI Kembangkan Wakaf Produktif
"Beliau membuat program 'One Product One Pesantren' atau OPOP yang diikuti 1.200-an dari 6.864 pesantren di Jatim, dengan menghasilkan 2.500 jenis produk. Santri itu butuh produk halal, jadi potensi industri halal itu besar," ujarnya.
Menurut Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini, kehalalan merupakan keharusan berdasarkan siklus halal di Indonesia yang potensinya dinilai begitu besar, mulai dari produsen, konsumen, dan mediator atau pedagang.
"Bagi bangsa Indonesia yang berpenduduk Muslim terbesar, kehalalan adalah keharusan. Mau keluar negeri pun selalu mencari makanan halal, perbankan pun syariah, jadi halal itu ceruk yang besar," urainya.