home masjid

Jangan Sia-Siakan, Perbanyaklah Ibadah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Selasa, 02 April 2024 - 14:00 WIB
ilustrasi
Amal ibadah selama 10 hari terakhir Ramadhan tidak boleh mengendur, malah harus diperbanyak. “Di sepuluh hari terakhir Ramadan ini amal ibadah kita jangan dikasih kendor, malah harus semakin gas pol,” ucap Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Niki Alma Febriana Fauzi.

Dalam sebuah hadis disebutkan, “Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut.” (HR. Muslim).

Niki menekankan pentingnya memanfaatkan waktu-waktu penuh keutamaan ini dengan meningkatkan kualitas ketaatan kepada Allah. Ia mendorong umat Islam untuk lebih beribadah, bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Nya, melakukan i’tikaf (berkhalwat) di masjid, dan mengajak anggota keluarga untuk beribadah bersama-sama.

Baca juga:10 Hari Terakhir Ramadhan, Masjid Al Akbar Surabaya Dipenuhi Jamaah untuk Qiyamul Lail

Pernyataan Niki Alma Febriana Fauzi menggarisbawahi urgensi bagi umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan hari-hari berharga ini, dan untuk mempercepat langkah dalam mengejar kebaikan serta keridhaan Allah SWT di masa-masa terakhir Ramadan.

Selain itu, Niki juga menekankan pentingnya memperbanyak amalan sunnah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas ibadah. Ini termasuk kegiatan seperti tadarrus al-Qur’an (membaca dan mengkaji Al-Qur’an), mengikuti kajian agama di masjid-masjid, mengadakan program santunan bagi yang membutuhkan, serta melakukan i’tikaf di masjid.

“Penting bagi kita untuk tidak hanya melaksanakan kewajiban-kewajiban ibadah, tetapi juga memperbanyak amalan sunnah sebagai bentuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkap Niki.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bulan ramadhan ibadah majelis tarjih muhammadiyah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya