Prof Ali Aziz : Jangan Bangun Negeri dengan Kebencian
Tim langit 7
Kamis, 11 April 2024 - 15:00 WIB
Guru besar UINSA Surabaya Prof DR K H Moh Ali Aziz MAg
Guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Prof DR K H Moh Ali Aziz MAg menyerukan kepada tokoh dan masyarakat jangan membangun negeri dengan kebencian.
“Kita perlu berguru kepada Nabi Ibrahim yang membangun negeri dengan tiga pilar nasionalisme sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 126 yakni aman, nyaman, dan iman,” katanya.
Ali Aziz menjelaskan ayat diatas menjelaskan doa Nabi Ibrahim ketika membangun negeri Makkah adalah negeri yang aman, berilah rizki, dan penduduknya yang beriman.
“Ayat di atas menjelaskan nasionalisme Nabi Ibrahim setelah selesai membangun ka’bah, ia memohon kepada Allah tiga hal, yaitu aman, nyaman, dan iman,” katanya setelah Shalat Id dengan imam KH Abdul Hamid Abdullah SH MSi (Imam Besar MAS).
Baca juga:Idul Fitri Momen Teguhkan Komitmen Kebangsaan dan Persaudaraan
Dia menegaskan bahwa pilar pertama bernegara yang diminta Nabi Ibrahim dalam doa adalah negara yang aman. “Apa mungkin orang bisa menjalankan ibadah dengan tenang jika negara kacau. Apakah ada orang yang berani umrah dan haji ke Makkah, jika Makkah tidak aman. Apakah kita bisa leluasa shalat idul fitri seperti pagi ini, jika negara lagi perang saudara,” katanya.
Oleh karena itu, katanya, bangsa Indonesia harus bersyukur dengan pemilu dan pilpres yang berlangsung lancar dan aman, khususnya di Jawa Timur, padahal pemilu di sini adalah pemilu paling berat dan ribet di dunia.
“Kita perlu berguru kepada Nabi Ibrahim yang membangun negeri dengan tiga pilar nasionalisme sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 126 yakni aman, nyaman, dan iman,” katanya.
Ali Aziz menjelaskan ayat diatas menjelaskan doa Nabi Ibrahim ketika membangun negeri Makkah adalah negeri yang aman, berilah rizki, dan penduduknya yang beriman.
“Ayat di atas menjelaskan nasionalisme Nabi Ibrahim setelah selesai membangun ka’bah, ia memohon kepada Allah tiga hal, yaitu aman, nyaman, dan iman,” katanya setelah Shalat Id dengan imam KH Abdul Hamid Abdullah SH MSi (Imam Besar MAS).
Baca juga:Idul Fitri Momen Teguhkan Komitmen Kebangsaan dan Persaudaraan
Dia menegaskan bahwa pilar pertama bernegara yang diminta Nabi Ibrahim dalam doa adalah negara yang aman. “Apa mungkin orang bisa menjalankan ibadah dengan tenang jika negara kacau. Apakah ada orang yang berani umrah dan haji ke Makkah, jika Makkah tidak aman. Apakah kita bisa leluasa shalat idul fitri seperti pagi ini, jika negara lagi perang saudara,” katanya.
Oleh karena itu, katanya, bangsa Indonesia harus bersyukur dengan pemilu dan pilpres yang berlangsung lancar dan aman, khususnya di Jawa Timur, padahal pemilu di sini adalah pemilu paling berat dan ribet di dunia.