Muallaf Korea, Bagi Foto Moment Istimewa di Korea
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ayana Jihye Moon, muallaf asal Korea merasa sangat gembira bisa mengikuti sholat Ied di masjid terbesar di Korea. “Ini pengalaman pertama saya sholat Ied di Korea bersama adik adik saya,” ujar Ayana saat membagi foto foto moment penting tersebut di akun Xolovelyayana. Sejak ia masuk Islam ketika masih di bangku SMA, belum pernah mengikuti sholat Ied di Korea.
Karena setelah menjadi muallaf dan tamat dari SMA ia memutuskan melanjutkan kuliah di Malaysia mengambil jurusan komunikasi. Saat itu ia mondar mandir Malaysia-Indonesia karena dua negara ini menjadi sangat penting bagi dirinya untuk memperdalam tentang ke Islamannya.
Sejak muallaf, ia mengaku di jauhi kedua orangtuanya. Termasuk soal biaya pendidikan dan kehidupannya tidak diperdulikan lagi. Karena keputusannya menjadi mualaf, membuat orangtuanya marah besar. Kehidupan Ayana saat masih bersama kedua orangtuanya, tidak pernah kurang suatu apa. Keluarganya termasuk golongan kelas menengah atas. Namun pasca menjadi muallaf, Ayana terpaksa hidup mandiri. Ia membiayai kehidupannya sendiri. Salah satu yang ia lakukan adalah menjadi bintang iklan di beberapa produk kecantikan di Indonesia. Ia juga menjadi selebgram. Untuk membagikan pengalamannya menjadi muallaf, ia juga menerbitkan buku: Ayana Journey to Islam.
Sampai saat ini, Ayana sangat survive meskipun kedua orangtuanya tidak lagi berpihak kepadanya. Namun adik adiknya, dalam memilih agama, mengikuti aliran Ayana. Luar biasa.
Ayana kini memang menjadi selebgram yang ngetop di Indonesia. Termasuk wajahnya banyak terpampang di sudut sudut kota Jakarta karena membintangi produk produk kecantikan.
Ia mengisahkan, kisah dirinya menjadi muallaf ketika mendapat banyak cerita dari pamannya yang saat itu sedang berbisnis di Indonesia. Kata Ayana, pamannya bercerita tentang perempuan Indonesia banyak yang mengenakan hijab. Itulah awal ia mulai penasaran dengan Islam. Maka, ia berinisiatif browsing konten konten Islam di Indonesia dan juga di Timur Tengah.
Sejak mendapatkan banyak referensi tentang kebenaran Islam, akhirnya ia memutuskan menjadi muallaf. Ia mengakui perpindahan keyakinannya menjadi Islam, membuat posisinya tidak hanya diajuhi kedua orangtuanya. Publik Korea juga menganggap minor atas keputusannya berpindah keyakinan. Namun ia tidak berubah. Justru tantangan itu menjadi penguat keyakinannya.