home sosok muslim

Bu Menlu Selalu Tahajud dan Puasa Senen-Kamis

Senin, 15 April 2024 - 10:35 WIB
Bu Menlu Selalu Tahajud dan Puasa Senen-Kamis

LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi, adalah salah satu sosok yang pantas ditauladani di negeri ini. Ia pejabat besar, tetapi sederhana. Ia punya uang, tetap sederhana. Ia bukan dengan background agama yang kuat, tetapi memiliki pribadi religious yang kuat. Luar biasa!

Perempuan kelahiran 27 November 1962 di Semarang ini, sejak remaja memiliki ketaatan beragama yang sangat baik. Ia sadar, dirinya berasal dari keluarga yang sederhana. Namun ia memiliki cita cita yang besar. Untuk mewujudkan impiannya, Bu Retno—sapaan akrabnya—mendisiplinkan diri menjadi remaja pekerja keras. Mengatur jadwal sendiri, agar semua kegiatan bisa dijalani dengan baik. Sejak remaja, ia sudah membiasakan diri bangun jam 2 pagi. Ia bangun di saat yang lain masih terlelap tidur. Ia melaksanakan sholat tahajud. “saya selalu bangun pukul 2 pagi, dan tidak tidur lagi sampai lanjut berangkat sekolah,” kata Bu Retno saat menyampaikan pengalaman hidupnya kepada Dewi Sandra di podcastnya.

Kebiasaan setelah sholat tahajud, menurut Bu Retno, ia selalu gunakan untuk belajar, membantu kegiatan di rumah, sholat subuh sampai persiapan berangkat ke sekolah.

Bukan hanya sholat tahajud yang dijalani Bu Retno sejak remaja. Temen akrab Menteri Keuangan Sri Mulyani ini, juga rajin puasa senen-kamis. Ia merasa nyaman dan aman dengan menjalani sholat tahajud dan puasa sunnah senen-kamis.

Kebiasaan ini, ia terus lakukan saat berkeluarga dan sampai sekarang. Apalagi ketika anak-anaknya punya hajat apa pun termasuk sedang mengikuti ujian, ia berkisah selalu berpuasa. “Alhamdulilah kebiasaan puasa senin-kamis ini tidak memberatkan saya,” ujar alumni UGM ini.

Dalam hal karir, ia bersyukur setelah lulus kuliah bisa diterima di Kementerian Luar Negeri. Ia sadar saat mendaftar di Deplu, dirinya tidak punya siapa siapa, alias istilah sekarang ordal (orang dalam). Ia masuk Deplu benar-benar murni hasil test terbuka. Banyak temannya yang mempertanyakan dirinya bisa masuk di Deplu. “Kamu di back up siapa? Kamu punya saudara di Deplu?,” begitu cerita Bu Retno tentang temen temennya yang menduga dirinya bisa masuk Deplu karena ada orang dalam.

Dalam meniti karir di Deplu, ia merasa bersyukur meskipun tidak memiliki orang dalam, tetapi kariernya termasuk cepat. Ia berumur 38 tahun sudah mendapat posisi sebagai direktur dan ketika usia 42 tahun, sudah menjadi Duta Besar. “Saya bersyukur saya yang tadinya bukan siapa siapa (nobody) bisa menjadi seperti ini dan bisa menjadi Menteri Luar Negeri (somebody),” katanya.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
menlu retno marsudi hikmah puasa
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya