Dokter Perancis Sebut Invasi Israel Ke Kota Rafah Tidak Manusiawi
LANGIT7.ID-, Kairo- - Dr Zouhair Lahna, memiliki pengalaman bekerja di di zona konflik di seluruh dunia, seperti Suriah, Libya, Yaman, Uganda dan Ethiopia menyatakan dirinya cukup kaget dengan kondisi perang di Gaza. Dirinya pun tidak pernah melihat kondisi perang seperti ini setelah Israel mulai invasi Rafah.
Situasi di Gaza sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian dunia internasional. Pada Selasa, pasukan Israel telah merebut dan menutup perbatasan Rafah di Gaza dengan Mesir, padahal lokasi ini merupakan jalur satu-satunya jalan keluar bagi warga Palestina dari perang dan pintu masuk terpenting bagi bantuan kemanusiaan.
“Ini adalah ketidakadilan lainnya. … Itu bukan manusia,” kata Zouhair sambil menggelengkan kepalanya saat diwawancarai di Kairo, Mesir, tempat dia dievakuasi dari Rumah Sakit Gaza Eropa di Khan Younis.
Tindakan Israel tersebut semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza yang sudah sangat terpuruk. Zouhair pun juga menyesal harus meninggalkan rekan-rekan Palestinanya usai dievakuasi ke Kairo, Mesir.
“Saya marah, galau, kesal… karena saya meninggalkan beberapa orang. Mereka adalah teman-temanku. Saya bersama mereka, para dokter ini, orang-orang ini. …Kami makan bersama, kami bekerja bersama dan sekarang saya meninggalkan mereka dalam kesulitan. Mereka harus memindahkan keluarga, mencari tenda, mencari air, mencari makan,” ujarnya.
Zouhair telah menghabiskan waktu berbulan-bulan menjadi sukarelawan di rumah sakit Gaza sebagai bagian dari misi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dokter Palestina di Eropa (PalMed Europe) dan Rahma International yang berbasis di Amerika Serikat (AS).
Pada pagi hari ketika warga Palestina yang mengungsi di Rafah timur diperintahkan untuk mengungsi dan sebelum tank Israel menyerbu, Zouhair dan rekan-rekan asingnya juga menerima pesan teks dari tentara Israel.