4 Keutamaan Bulan Dzulqa'dah
Tim langit 7
Ahad, 12 Mei 2024 - 12:00 WIB
ilustrasi
Umat Islam saat ini berada di bulan Dzulqa'dah, salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Bulan ini memiliki empat keutamaan atau keistimewaan, sebagaimana dijelaskan Ustadz Nur Rohmad.
Keutamaan pertama, Dzulqa’dah merupakan permulaan dari empat bulan yang dimuliakan (al-Asyhur al-Hurum). Empat bulan haram atau empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
"Disebut Dzulqa’dah karena orang-orang Arab pada masa lalu tidak melakukan perang (qu’uud ‘anil qitaal) di dalamnya," terang Ustadz Nur Rahmadmelalui artikelnya yang dimuat di NU Online
Keutamaan kedua, Dzulqa’dah adalah satu di antara tiga bulan haji yaitu Syawal, Dzulqa’dah, dan 10 hari pertama Dzulhijjah. Tidak sah ihram untuk haji pada selain waktu tersebut.
Baca juga:Inilah Makna Qurrota A'yun dalam Sebuah Doa
Adapun keutamaan yang ketiga, Rasulullah tidak pernah melakukan umrah kecuali pada Dzulqa’dah. Keterangan ini oleh Ustadz Nur Rohmad didasarkan pada salah satu dari hadits Rasulullah yang diriwayatkan
Sahabat Anas bin Malik. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqa’dah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji.” (HR al-Bukhari).
Keutamaan pertama, Dzulqa’dah merupakan permulaan dari empat bulan yang dimuliakan (al-Asyhur al-Hurum). Empat bulan haram atau empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
"Disebut Dzulqa’dah karena orang-orang Arab pada masa lalu tidak melakukan perang (qu’uud ‘anil qitaal) di dalamnya," terang Ustadz Nur Rahmadmelalui artikelnya yang dimuat di NU Online
Keutamaan kedua, Dzulqa’dah adalah satu di antara tiga bulan haji yaitu Syawal, Dzulqa’dah, dan 10 hari pertama Dzulhijjah. Tidak sah ihram untuk haji pada selain waktu tersebut.
Baca juga:Inilah Makna Qurrota A'yun dalam Sebuah Doa
Adapun keutamaan yang ketiga, Rasulullah tidak pernah melakukan umrah kecuali pada Dzulqa’dah. Keterangan ini oleh Ustadz Nur Rohmad didasarkan pada salah satu dari hadits Rasulullah yang diriwayatkan
Sahabat Anas bin Malik. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqa’dah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji.” (HR al-Bukhari).