Zherev-Swiatek Juarai Roma Master
Tim langit 7
Senin, 20 Mei 2024 - 12:02 WIB
Zherev-Swiatek Juarai Roma Master
LANGIT7.ID-Roma; Petenis kebanggaan Jerman, Alexander Zverev berhasil menjuarai Roma Master 1000 setelah di final mengalahkan Nicolás Jarry asal Chile dengan score 6-4, 7-5. Bagi Zherev, kemenangan ini adalah gelar kedua di Italia Terbuka.Gelar pertama diperoleh pada 2017, saat Zherev masih berusia 20 tahun.
Dalam karir Zherev, kemenangan di Italia Terbuka menambah koleksi gelar di level Master 1000 menjadi 6 thropy. Zherev juga
akan menyalip Daniil Medvedev sebagai peringkat 4 dunia pada hari Senin, dan yang pertama sejak sebelum cedera pergelangan kaki serius yang dideritanya di Prancis Terbuka dua tahun lalu. Usai mengangkat thropy, Zherev berkomentar,"Kemenangan sekarang menjadi sangat berarti." Zherev menambahkan,"Roma adalah tempat yang sangat istimewa bagi saya. Minggu yang sangat, sangat istimewa.”
Zverev kini akan mengalihkan perhatiannya ke Prancis Terbuka, yang dimulai Minggu depan. Ia berangkat ke Paris sebagai salah satu pemain favorit untuk mengikuti salah satu turnamen grand slam putra paling terbuka selama bertahun-tahun. Zherev masuk katagori memiliki peluang menjuarai Peramcis Open karena Djokovic sebagai juara bertahan, dan Rafael Nadal yang dikenal sebagai king of clay (raja lapangan tanah liat) sedang dalam kondisi tidak baik baik saja. Selain itu dua rising star, Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner juga sedang berjuang pulih dari cedera.
Zverev mengatakan ia merasa seperti orang Italia berkat dukungan penonton Roma, dan ia hanya kalah satu set dalam perjalanannya ke final, dari unggulan ke-29 Alejandro Tabilo dengan skor 1-6, 7-6(4), 6-2 kemenangan semifinal. Segalanya tampaknya berjalan sesuai keinginan pemain Jerman itu, yang akan naik ke peringkat 4 PIF ATP Rankings dengan gelar tersebut.
Sementara di sektor putri, petenis Polandia, Iga Swiatek masih yang terbaik. Petenis berperingkat satu dunia ini, tidak kesulitan merebut thropy Roma Master 1000 dalam final melawan rivalnya, Aryna Sabalenka dengan score 6-2,6-3. Swiatek hanya membutuhkan waktu satu jam 29 menit untuk mengalahkan petenis berperingkat 2 dunia itu. Sukses Swiatek mengalahkan Sabalenka ini adalah yang ke 8 kalinya dalam sebelas pertemuannya. Petenis Polandia itu telah berjaya di Roma dalam tiga dari empat tahun terakhir. Perjuangan Swiatek meraih gelar tunggal WTA ke-21 dalam kariernya, dan gelar keempatnya tahun ini.
Dalam karir Zherev, kemenangan di Italia Terbuka menambah koleksi gelar di level Master 1000 menjadi 6 thropy. Zherev juga
akan menyalip Daniil Medvedev sebagai peringkat 4 dunia pada hari Senin, dan yang pertama sejak sebelum cedera pergelangan kaki serius yang dideritanya di Prancis Terbuka dua tahun lalu. Usai mengangkat thropy, Zherev berkomentar,"Kemenangan sekarang menjadi sangat berarti." Zherev menambahkan,"Roma adalah tempat yang sangat istimewa bagi saya. Minggu yang sangat, sangat istimewa.”
Zverev kini akan mengalihkan perhatiannya ke Prancis Terbuka, yang dimulai Minggu depan. Ia berangkat ke Paris sebagai salah satu pemain favorit untuk mengikuti salah satu turnamen grand slam putra paling terbuka selama bertahun-tahun. Zherev masuk katagori memiliki peluang menjuarai Peramcis Open karena Djokovic sebagai juara bertahan, dan Rafael Nadal yang dikenal sebagai king of clay (raja lapangan tanah liat) sedang dalam kondisi tidak baik baik saja. Selain itu dua rising star, Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner juga sedang berjuang pulih dari cedera.
Zverev mengatakan ia merasa seperti orang Italia berkat dukungan penonton Roma, dan ia hanya kalah satu set dalam perjalanannya ke final, dari unggulan ke-29 Alejandro Tabilo dengan skor 1-6, 7-6(4), 6-2 kemenangan semifinal. Segalanya tampaknya berjalan sesuai keinginan pemain Jerman itu, yang akan naik ke peringkat 4 PIF ATP Rankings dengan gelar tersebut.
Sementara di sektor putri, petenis Polandia, Iga Swiatek masih yang terbaik. Petenis berperingkat satu dunia ini, tidak kesulitan merebut thropy Roma Master 1000 dalam final melawan rivalnya, Aryna Sabalenka dengan score 6-2,6-3. Swiatek hanya membutuhkan waktu satu jam 29 menit untuk mengalahkan petenis berperingkat 2 dunia itu. Sukses Swiatek mengalahkan Sabalenka ini adalah yang ke 8 kalinya dalam sebelas pertemuannya. Petenis Polandia itu telah berjaya di Roma dalam tiga dari empat tahun terakhir. Perjuangan Swiatek meraih gelar tunggal WTA ke-21 dalam kariernya, dan gelar keempatnya tahun ini.