home sosok muslim

Kisah Mbah Salamun, Santri Pertama KH Bisri Syansuri

Rabu, 22 Mei 2024 - 10:00 WIB
Kiai Salamun bersama KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Salamun lahir di Desa Turipinggir, Megaluh, Jombang pada 1914 M. Ayahnya bernama Khomsul bin Kholil dari Desa Rajekwesi, Mayong, Kabupaten Jepara. Salamun adalah santri salah satu muassis NU KH Bisri Syansuri Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang.

Mengutip NU Online Jatim, sebagai santri pelarian bersama dua santri lain ke Jombang untuk menyusul jejak langkah kiai pesantren mereka di Demak yaitu Kiai Hasan Wira'i yang terlebih dahulu hijrah ke Jombang untuk menghindar dari kejaran tentara Belanda.

Di Desa Turipinggir, Khomsul yang notabene santri langsung Kiai Hasan Wira'i. Semenjak di Demak sudah diambil menantu Kiai Hasan yang dinikahkan dengan salah satu putrinya yang bernama Fatimah.

Baca juga:Suka Duka Firman Filani, 12 Tahun Bimbing ODGJ Belajar Al-Qur'an

Dari pernikahan Khomsul dan Fatimah inilah lahir Salamun beserta lima saudaranya yang lain.

Salamun kecil diantar ayahnya ke Pondok Pesantren Denanyar untuk nyantri kepada almaghfurlah KH Bisri Syansuri dan saat itu usianya baru 7 tahun.

Di saat awal nyantri di Pesantren Denanyar jumlah santrinya KH Bisri Syansuri yang lelaki hanyalah 7 orang, termasuk Salamun. Ketujuh santri ini menempati lokal kecil (Guthekan pawon, red) Ndalem Kiai Bisri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pondok pesantren santri kh bisri syansuri denanyar jombang mbah salamun
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya