home global news

Mayapada Healthcare Siap Dirikan Rumah Sakit Bertaraf Internasional di KEK Batam

Rabu, 05 Juni 2024 - 19:03 WIB
Penandatanganan Kerja Sama Mayapada Healthcare dan Apollo Hospitals India pada tanggal 22 Juli 2023 di Jakarta.

LANGIT7.ID-, Jakarta- - Mayapada Group, pemilik Mayapada Healthcare (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk [SRAJ]), telah mendapat persetujuan untuk mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Kesehatan Internasional di Batam. KEK ini akan berlokasi di dua wilayah, yaitu Sekupang dan Nongsa. Keputusan ini diambil dalam Sidang Dewan Nasional KEK yang diadakan pada Rabu, 29 Mei 2024, dan telah disahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Chairman & Group CEO Mayapada Healthcare Jonathan Tahir mengungkapkan, kepercayaan pemerintah ini sejalan dengan komitmen Mayapada Healthcare dalam memberikan layanan kesehatan berstandar internasional. Setelah melakukan ekspansi yang baru dilakukan dengan membuka unit Mayapada Hospital ke-6 di Bandung dan groundbreaking unit Mayapada Hospital ke-7 di Ibu Kota Nusantara (IKN) di tahun 2023.

“Kini Mayapada Healthcare bersama Apollo Hospitals India akan membangun rumah sakit berstandar internasional di KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam dengan nama Mayapada Apollo Batam International Hospital,” ujar Jonathan dalam keterangan resmi yang diterima Langit7.id, Rabu (5/6/2024).

Jonathan kemudian menekankan bahwa kerja sama bersama Apollo Hospitals India ini bertujuan untuk menangani kasus-kasus kesehatan yang advance dan kompleks bagi seluruh masyarakat Indonesia, sehingga mengurangi kebutuhan masyarakat untuk berobat di luar negeri, serta menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata medis.

Selain membagun Mayapada Apollo Batam International Hospital, Mayapada Healthcare juga akan mendukung Mayapada Group dalam mengelola dan mentransformasikan operasional RSBP Batam, rumah sakit milik pemerintah di lokasi KEK yang telah disetujui.

KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam memungkinkan dokter dan paramedis asing untuk praktik di kawasan tersebut sehingga hal ini menjadi peluang bagi dokter spesialis dan perawat Indonesia untuk dapat bekerja sama dengan mereka dalam peningkatan keterampilan dan memastikan adanya transfer pengetahuan. Beberapa hal mengenai relaksasi impor obato-batan dan peralatan medis juga akan mengurangi biaya pengobatan pasien secara keseluruhan, sehingga hal ini menjadi kunci untuk mendorong masyarakat Indonesia menjalani perawatan di dalam negeri.

Presiden Joko Widodo sering menyoroti bahwa sekitar dua juta masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahunnya sehingga negara kehilangan sekitar Rp165 triliun.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya