LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pembangunan mushola baru dan renovasi fasilitas ibadah dilakukan di enam titik halte bus Transjakarta Koridor 13 dan 8. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memberikan ruang ibadah yang lebih representatif, nyaman, dan mudah diakses sehingga pelanggan tetap dapat menjalankan ibadah di tengah aktivitas dan mobilitas perkotaan.
Koridor 13 merupakan salah satu koridor strategis Transjakarta yang menghubungkan kawasan Jakarta Selatan hingga Ciledug. Bersama Koridor 8 yang terhubung dengan kawasan tersebut, kedua koridor ini menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat setiap harinya.
Berdasarkan data Transjakarta, kawasan layanan kedua koridor tersebut melayani sekira 991 ribu pelanggan pada Desember 2023.
Tingginya mobilitas ini menunjukkan pentingnya penyediaan fasilitas pendukung yang tidak hanya menunjang perjalanan, tetapi juga memenuhi kebutuhan pelanggan selama menggunakan transportasi publik, termasuk tersedianya ruang ibadah yang layak dan nyaman.
Harapan itupun diwujudkan ParagonCorp yang bekerjasama dengan Transjakarta dalam menyediakan fasilitas ibadah di Koridor 13 dan Koridor 8.
Baca juga: Halte Transjakarta Swadarma Kini Hadir Lebih Inklusif, Mudah Diakses Seluruh MasyarakatDirektur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan bahwa peningkatan kualitas layanan tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan sistem transportasi, tetapi juga melalui penyediaan fasilitas yang semakin berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
"Kami terus berupaya menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan mudah diakses oleh seluruh pelanggan. Kolaborasi bersama ParagonCorp dalam pembangunan dan renovasi mushola di Koridor 13 dan 8 menjadi bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan
selama menggunakan layanan Transjakarta," katanya, mengutip keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).
Bagi ParagonCorp, fasilitas publik yang berkualitas merupakan bagian penting dalam menciptakan pengalaman masyarakat yang lebih baik. Karena itu, perusahaan percaya bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Baca juga: Kolaborasi FMIPA ITB & ParagonCorp, Sinergikan Dunia Pendidikan dan IndustriOleh karena itu, Group CEO ParagonCorp, Harman Subakat mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan manfaat melalui fasilitas publik yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami percaya bahwa pertumbuhan perusahaan harus berjalan beriringan dengan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Transjakarta, kami berharap fasilitas ibadah yang lebih nyaman ini dapat menjadi bagian dari pengalaman transportasi publik yang semakin memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Selain upaya tersebut, revitalisasi Halte Swadarma ParagonCorp dilakukan. Halte tersebut telah "disulap" menjadi halte inklusif yang diresmikan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dengan demikian, pembangunan dan renovasi mushola di enam halte Koridor 13 dan 8 menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan ParagonCorp dan Transjakarta dalam menghadirkan fasilitas publik yang semakin lengkap, nyaman, dan
inklusif.
Kolaborasi ini mencerminkan keyakinan bahwa kualitas transportasi publik tidak hanya diukur dari konektivitas dan kecepatan layanan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih manusiawi.
Dengan menghadirkan fasilitas yang mendukung kebutuhan pelanggan secara menyeluruh, ParagonCorp dan Transjakarta berharap semakin banyak masyarakat menjadikan transportasi publik sebagai pilihan mobilitas sehari-hari, sekaligus mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota yang semakin nyaman, inklusif, dan berkelanjutan.
(lsi)